`
Penyakit Liver Seorang Ibu Sembuh Total Dirawat Suster Penghuni Kamar Mayat di Sebuah RSU

Aminah Seorang Ibu dengan usia 57 tahun, diusia yang mendekati senja Ibu aminah menderita penyakit dlam yang cukup akut. Ibu Aminah menderita Liver Stadium akhir.

Karena sakitnya semakin parah Ibu Aminah dibawa kerumah Sakit Swasta yang cukup terkenal di Kota Tulungagung inisal RS nya RS DM, tapi sekrang Rumah Sakit yang diceritakan disini sudah tutup, katanya bangkrut karena jarang pasiennya. Menurut desas desus warga Rumah Sakit menjadi sepi karena banyak yang eggak berani rawat inap disitu karena terkenal angkernya, ada juga yang bilang karena mahal.

Atas persetujuan keluarga Ibu Aminah di rawat di ruang kelas VIP agar mendapatkan perawatan intensif, mengingat sakitnya yang terlalu parah. Pagi, siang, sore dan malam para petugas perawat datang memeriksa sesuai jadwal rumah sakit. Bahkan pada malam hari ia mendapatkan pemeriksaan dua kali oleh petugas suster, yaitu pada jam 7 malam selepas isya’ dan jam 2 malam dini hari.

Setiap jam 7 malam, ibu Aminah selalu diperiksa oleh dokter dan diikuti oleh beberapa perawat atau suster. Dan pada jam 2 malam, ia hanya diperiksa oleh seorang perawat saja yang sudah berumur tua, sekitar 55 tahun. Namun meskipun sudah tua, suster yang satu ini masih menampakkan wajah yang cantik dan bersih dan putih. Suster tua ini selalu memberikan suntikan serta obat yang diminumkan ke ibu Aminah.

Karena suster tua ini datangnya setiap jam 2 malam, maka pihak keluarga yang menunggu tidak pernah tahu ia memeriksa ibu Aminah. Tetapi yang tahu hanya ibu aminah saja. Pemeriksaan suster tua ini tidak berlangsung lama, hanya sekitar 5 menit saja. Ia hanya datang dan langsung menyuntik serta meminumkan obat saja sambil tersenyum kepada ibu Aminah, lalu pergi setelah mengusap wajah ibu Aminah dengan tangannya yang halus dan lembut tapi dingin. Begitu pengobatan yang ia lakukan setiap malam terhadap ibu Aminah.

Tim dokter setiap hari terus menasehati pihak keluarga agar senantiasa bersabar dan ikhlas akan apapun yang terjadi, mengingat perkembangan kesehatan ibu Aminah ini kian memburuk dari hari ke hari.

Namun, pada hari ke tujuh tim dokter terkejut ketika mendapati ibu Aminah tampak segar bugar. Dari hasil pemeriksaan, ibu Aminah diketahui kondisi kesehatannya mulai membaik. Pihak keluarga senang mendengarnya, air mata semua anggota keluargapun mengalir dengan deras saking senangnya mendengar keterangan dokter ini.

Setelah membaik pengobatan yang dilakukan oleh suster tua pada jam 2 malam itu-pun tiba-tiba berhenti.

Besoknya tim dokter berkunjung tambah terkejut lagi ketika melihat ibu Aminah tampak lebih segar bugar dari kemarin, dan bahkan hari ini seperti bukan pasien, ia tampak benar-benar seperti orang sehat.

Lantas ibu Aminah menanyakan kepada dokter dan para perawat yang memeriksanya pada jam 7 malam seperti biasanya itu, kemana suster tua yang selama ini selalu mengobatinya pada sekitar jam 2 malam. Ibu Aminah ingin mengucapkan terima kasih kepadanya.

Namun dokter dan para perawat terkejut mendengar pertanyaan ibu Aminah. Karena sesuai jadwal rumah sakit, tidak pernah ada pemeriksaan yang dilakukan oleh suster maupun dokter pada jam 2 malam. Dan yang lebih terkejut lagi, di rumah sakit itu tidak ada suster tua yang berumur sekitar 55 tahun. Semua suster di rumah sakit itu rata-rata masih muda, dan bahkan para dokter di situ juga masih muda, di bawah 50 tahun.

Akhirnya, baik dokter dan perawat serta semua keluarga menjadi merinding, ternyata suster tua yang ditanyakan oleh ibu Aminah tersebut adalah suster hantu. Suasana menjadi tambah merinding seketika karena pada saat itu adalah jam 7 malam, dimana ibu Aminah mengatakan bahwa suster tua itu selalu datang dari arah selatan, dan padahal arah selatan itu bukanlah ruang perawat, melainkan kamar mayat.

Ternyata suster tua yang selalu mengobati ibu Aminah selama 7 malam berturut-turut itu adalah hantu yang tinggal di kamar mayat.

Post a Comment

 
Top