`
Legenda Telaga Monte dan Ikan Naga di Kabupaten Blitar

Ada tempat wisata di Blitar dengan nama cukup unik yaitu Rambut Monte, mungkin bagi warga luar Blitar akan berpikir Rambut Monte adalah tempat wisata yang berhubungan dengan Rambut.

Biarpun namanya Rambut Monte tapi tempat wisata ini tidak ada loh hubunganya sama Rambut. Rambut
Monte  merupakan tempat wisata yang menyuguhkan keindahan  alam dengan pemandangan hijau yang dihiasi dengan adanya telaga yang membuat wisata ini tampil menawan dan sangat memajakan mata, selain itu di wisata telaga rambut monte ini juga terdapat Candi dan petilasan karna memang rambut monte ini bukan hanya sekedar tempat wisata namun juga sebagai cagar budaya di kota Blitar, Jawa Timur. keindahan telaga rambut monte yang berada di bawah candi ini sangatlah jernih, dengan warna agak tosca dan udara yang sejuk mampu membuat para pengunjungnya merasakan keindahan dan kedamain, pemandangan hijau pepohonan disekitar akan membuat anda bertahan lama dan tak ingin beranjak pergi dari lokasi wisata rambut monte tersebut

Selain keindahan alam yang disuguhkan, wisata rambut monte ini juga menyimpan sebuah misteri yang dikenal dengan Ikan Dewa. Konon menurut cerita masyarakat di lokas Rambut monte ini terjadilah sebuah perkelahian antara Rahwana dibantu seekor naga mengeroyok melawan Mbah Monte ( menurut legenda Mbah Monte keturunan dari Pangeran Majapahit), pertarungan sangat sengit meskipun tidak berimbang yaitu 2 lawan 1 namun Mbah Monte mampu mengalahkannya da kemudian mengutuk rahwana dan naga tersebut menjadi wujud Candi dengan bentuk monyet dan relief Naga.

Setelah memenangkan pertarungan Mbah Monte akan pergi ke Majapahit, di iringi beberapa muridnya. Sebagian murid Mbah Monte tetap tinggal ditelaga dia berpesan kepada muridnya untuk menjaga Candi tersebut. Tapi sekembalinya dari Majapahit tempat tersebut sudah tidak terurus lagi, sebagian dari muridnya tidak mematuhi perintahnya. Kemurkaan Mbah Monte semakin menjadi melihat para muridnya berani berbuat kurang ajar ditempat tersebut, ahirnya mbah monte tak kuasa menahan amarah dan mengutuk para muridnya menjadi Ikan Sangkring yang hingga kini masih berada di telaga tersebut dan dikenal dengan Ikan Dewa.

Dari dulu hingga sekarang konon keberadaan dan jumlah Ikan Dewa masih tetap sama, tidak berkurang dan tidak bertambah. Masyarakat sekitar Telaga Monte menyakini Ikan Dewa yang ada di Telaga tidak boleh disentuh dan dimakan.

Post a Comment

 
Top