`
Legenda yang Menyelimuti Batu Raksasa Semar di Depan Pendopo Kabupaten Bojonegro

Sebuah batu raksasa ditanam di depan Pendopo Kabupaten Bojonegoro dan menyimpan sejuta misteri. Yang pasti, batu yang dijuluki Batu Semar itu kini menjadi daya tarik untuk wisatawan.

Di akhir pekan atau hari libur, selalu ada warga yang mengunjungi batu yang beratnya juga simpang siur. Ada yang menyebut 80 Ton, namun ada pula yang menaksir 200 ton itu.

Tak ketinggalan, mereka berfoto ria hingga selfie berlatar belakang batu yang menghiasi sisi timur Alun-alun Bojonegoro itu. Batu istimewa ini memiliki ukuran panjang kurang lebih 4 meter, lebar 4 meter dan tinggi 3 meter.

Yang pasti Bupati Suyoto yang juga politisi PAN ini menyimpan alasan khusus 'berani' memboyong batu raksasa dari kawasan hutan di Dusun Bendotan, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang.

Suyoto sebelumnya sempat mengatakan, bahwa batu yang dinamai Semar itu akan digunakan sebagai prasasti Alun-alun sebagai simbol "Tekad untuk Terus Berkarya".

Untuk memboyongnya, dikerahkan alat berat dan kendaraan trailer. Informasi yang dihimpun, beredar kepercayaan di masyarakat asal batu berada bahwa bentuknya menyerupai dengan tokoh wayang Semar.


Bahkan, informasi yang belum bisa dikonfirmasi kebenarannya jika batu tersebut konon memiliki hubungan spiritual dengan 'penguasa' Gunung Pandan, yakni Eyang Gendro Sari, yang tak jauh dari lokasi asal batu.

"Informasi batu itu terlontar dari Gunung Pandan begitu. Tapi saya juga tidak tahu pasti," kata seorang pedagang pentol yang berdagang tak jauh dari Pendopo Kabupaten Bojonegoro, Minggu (5/4/2015).

Di tengah kontroversi prasasti berupa batu raksasa itu, yang pasti sekarang ini warga 'Kota Minyak' Bojonegoro setiap hari bisa menyaksikan sang batu.

Keberadaan Batu Semar ini juga melengkapi taman Alun-alun Bojonegoro yang sudah rindang serta asri. Warga juga tak sedikit yang berlibur bersama anak-anaknya.

"Lumayanlah, tamannya bagus dan ada sarana bermain untuk anak-anak. Mau ke mana lagi wisata di Bojonegoro kalau nggak di alun-alun ini," kata Yanti, wisatawan lokal dari Kecamatan Kapas usai jeprat-jepret di depan batu.

Yanti berharap pemerintah Bojonegoro membangun banyak tempat-tempat wisata agar bisa menjadi tujuan wisatawan dari berbagai kota di luar Bojonegoro.

"Sekarang kan bisa dibilang Bojonegoro tidak punya tempat wisata, kalah dengan Lamongan dan Tuban," tambah Yanti.

Post a Comment

 
Top