`
Cerita Mesteri Phutuk Segawe Atau Hantu Ngunduh Mantu di Desa Notorejo Gondang Tulungagung


Ada suatu tempat di desa Notorejo Gondang Tulungagung yang konon ada hantu penunggunya yang kadang kadang punya hajatan layaknya manusia seperti kita. Tepatnya disebuah bukit kecil di tengah sawah, kalo nggak salah namanya PUTHUK SEGAWE. Sudah sering puthuk segawe punya hajatan MANTU dengan meriah, dengan mendatangkan hiburan hiburan yang meriah.Puthuk Segawe nggak jauh dari desa saya kurang lebih satu setengah kilo dah nyampek tempat itu.

Kejadian yang kami alami ini terjadi pada tahun 1986, saat kejadian usiaku 14 Tahun, masih kelas 1 SMP. Sekitar jam 8 malam aku dan kawan kawan berada  di Musholla desa kamulan, kegiatan sehari-hari sehabis sholat Isya di Mushola langsung ikut mengaji. Selesai Mengaji saya dan teman-teman bercanda di emperan Musolla, tiba-tiba terdengar ada pentas dangdut yang gemlegar sound systemnya, dan sangat jelas sekali MCnya bilang desa Notorejo tersebut.

Berengkatlah aku dan kawan kawan ke desa Notorejo dengan berjalan kaki, maklum ditahun 80an jarang ada hiburan menedengar ada pentas dangdut warga desa pasti berbondong-bondong datang. Sampek dekat perbatasan desa suaranya semakin sayup-sayup saja, semakin melemah, kayak semakin menjauh. Di mana sih sebenarnya tempatnya, dan jalan menuju ke desa Notorejo kok sepi-sepi saja enggak ramai kalau ada dangdutan, banyak orang lalulang mau nonton.

Ketika kami sampai di desa Notorejo, benar-benar desa itu sepi seperti biasanya, dan anehnya pentas dangdut itu benar2 hilang suaranya dari telinga kami. Dan ketika aku tanya sama orang2 yang ada di desa itu, disuruhnya kami pulang dan disuruh mendengarkan dari rumah aja nggak usah datang untuk melihat. Baliklah kami kerumah masing-masing.

Benar juga kata orang itu setelah agak jauh dari desa itu, mulai terdengar lagi suara penyanyi yang sedang mendendangkan lagu2 dangdut. Selang dua hari sekitar jam 3sore ada rombongan gruop dangdut dari surabaya melewati desa kami salah satu warga desa kami bertanya "pak mau pentas dimana ", salah satu crew menjawab "mau pentas di desa Notorejo".

Sekitar jam 4 rombongan group dangdut tersebut kembali lagi, saat berhenti disalah satu warung di desa saya, warga pun bertanya kembali "kok balik lagi pak", agak ketakutan bapak yang ketua group tersebut menjelaskan, "teryata yang menyewa mereka tempatnya ada ditengah sawah dan bukan tempat pemukiman penduduk tapi persawahan. Mendengar keterangan warga tersebut, tercenganglah orang itu, dan untuk meyakinkan orang itu, bahwa tempat itu bukan kampung tapi sawah, di bawanya orang itu, dan di tunjukkan tempatnya. Trebelalak orang itu ketika tahu tempat itu hanya sebuah bukit kecil di tengah sawah, Pulanglah group itu balik ke surabaya"

Waduh ternyata hantu juga butuh dangdut untuk hiburan. Dan warga desa tersebut lebih yakin kalau lelembut yang ada di bukit itu sedang mantu, sebab pagi harinya ada wanita perias pengantin yang tubuhnya kotor dengan lumpur sawah, jalan terseok-seok dari area persawahan. Ketika di tanya sama warga, katanya baru merias pengantin, dan diantar orang, dan sanga pengantar itu pesan selama diantar pakai motor jangan noleh ke belakang, tetapi na'asnya, salah satu sandal sang perias terjatuh, sepontan ngomong sama yang ngantar, sambil noleh kebelakang "Mas sandalku jatuh" jatuh pulalah dia dari boncengan orang itu. Dan jatuhnya bukan di jalan tapi di sawah yang basah.

Hati2 deeeeeeeh kalo ada yang mengajak anda dengan pesen yang macem2 jangan2 hantu yang mengajak anda.
Itu salah satu kegiatan hantu Putuk Segawe kalo punya hajat, dan ternyata hantu Segawe memang sering mantu dengan mengundang hiburan dari manusia, kadang juga wayang kulit, tayub, uyon2 yang ngeranging di telinga ketika tengah malam. Dan anehnya kalo punya hajat itu tidak pada bulan2 orang punya hajatan layaknya orang2 seperti kita.

Post a Comment

 
Top