`
Menemani Pacar Dirumahnya Teryata Menemani Hantu yang Berwujud Pacarku


Kisah pengalaman mengerikan dari seorang teman yang terjadi sekitar tahun 2009.  Aku (temanku) tinggal disuatu daerah di jawa timur tepatnya di Madiun. Aku memiliki seorang pacar, dia orang yang cerewet tapi pemalu dan penakut. Suatu ketika disore hari aku datang ke rumahnya krn aku tau saat itu dia sendirian di rumah. Bapak nya adalah seorang TNI yang sedang dinas di Jakarta dan hanya pulang beberapa bulan sekali. Dan pacarku hanya tinggal bersama ibu nya  disalah satu perumahan di daerah Madiun.

Dan hari itu ibu nya akan pergi keluar kota kemungkinan pulang larut malam, maka dari itu aku bermaksud untuk menemaninya sampai ibu nya pulang. Aku sdh terbiasa menemaninya setiap ibu nya pergi keluar kota karena pacar ku memang penakut. Pada malam itu kami belajar bersama dan mengobrol tentang masa lalu kami, sedang asik ngobrol aku sambil melirik ke arah pintu gerbang dan melihat ada anak kecil sedang berdiri diluar pintu gerbang rumah pacar ku.

Aku berfikir itu cuma anak tetangga pacarku, setiap aku mengujungi rumah nya selalu ada anak kecil bermain di depan pintu gerbangnya jadi aku membiarkannya saja. Tapi tiba-tiba saja anak kecil tadi hilang seketika entah kemana lalu kami melanjutkan pembicaraan kami.
 Waktu berselang beberapa menit aku memutuskan untuk membeli makan bersama pacarku. Kami memutuskan hanya menutup pintu rumah dan gerbang tanpa menguncinya karena hanya ditinggal sebentar untuk membeli makan yg ada di depan komplek perumahan.

Setelah kami membeli makan kami kembali ke rumah. Dan diketaui pintu rumah terbuka lebar tetapi gerbang rumah masih tertutup dan lampu kamar pacarku di lantai 2 menyala. Pikirku itu adalah ibunya pcrku yg sudah pulang, tapi mobil yang digunakan ibu pacarku tidak ada didepan, apa ada tamu tak diundang (pencuri) waktu tadi aku tinggal beli makanan. Tapi sikap pacarku biasa aja dengan hal tersebut, padahal biasanya dia langsung ketakutan dan pasti menyuruhku melihat dan dia mengekor dibelakangku.

Untuk mengantisipasi aku memberanikan diri naik mengecek ke lantai 2 apakah ibunya sudah pulang. Dan ternyata di sana tdk ada siapapun. Badanku terasa ndregdeg (gemetar) tengkuku sampai merinding, yang lebih aneh lagi pacarku yang biasanya lebih ketakutan malah ekspresinya biasa tidak takut sama sekali dan dia tetap duduk dilantai 1 tidak mengikutiku naik, terasa ada yang ganjil.

Dari Lantai 2 aku bilang kpadanya "sayang aku nyalakan semua lampu dilantai dua yah"!!, lalu aku kembali turun ke lantai satu dan mencoba menepis semua rasa takukutku. Saat dilantai 1 aku kembali melihat sesosok anak kecil tadi berdiri lagi dari balik pintu gerbang, tapi dengan mata melotot kearahku menandakan sesuatu yang tidak mengenakan membikin rasa takutku kembali lagi. Aku keluar mencoba utk menghampiri dia untuk bertanya dan akan memberi sebungkus makanan yang tadi kami beli, saat berjalan kedepan pintu gerbang anak kecil tersebut  lari, aku panggil dia sambil mencoba mengejar tapi entah kemana bagai menghilang begitu saja.

Sambil termangu di gerbang pintu rasa penasaran dan takut menyergap hatiku melihat anak yg secepat itu larinya. Saat aku balik kedalam rumah baru sekitar 5 menit duduk, pintu rumah ada yang mengetuk tapi anehnya gak ada suara derit pintu gerbang dibuka. sambil bernajak untuk membuka pintu aku berpikir positif mungkin ibu pacarku sudah pulang, dugaanku benar teryata calon mertuaku yang datang, Aku pun sesegera mungkin membukakannya. Ibu pacarku sdh tau kalau memang bila pacarku sndiri dirumah, aka yang selalu menemaninya.

Lalu Ibu pacarku ikut duduk di ruang tamu dan berbasa-basi sebentar dan pamit masuk kedalam, sebagai calon mantu yang baik aku mengerti pasti beliau kecapean, aku juga bilang pamit pulang, sambil aku lihat jam tanganku yang sudah menunjukan pukul 11 malam. Pacarku mengantarkan sampai kedepan pintu gerbang lalu ak berpamitan dan menyalakan mobilku ku.

Baru beberapa meter mobilku berjalan dari kaca spion mobil aku melihat anak kecil yang tadi, masuk sambil melompat pagar ke rumah pacarku. tanpa pikir panjang aku memundurkan mobilku untuk kembali kerumah pacarku, saat kluar dari mobil dan melihat keatas kamar lantai 2 yang lampunya menyala aku melihat wajah wanita dengan rambut panjang menyeringai menyeramkan dari balik kaca jendela. Aku berfikir sejenak dan aku ingat bahwa saat ibu pacarku pulang tadi beliau tidak mmbawa mobilnya pulang "Terus siapa yang tadi pulang dan meyerupai wajah Ibu Pacarku??".

Aku langsung berlari kedalam rumah pacarku lalu saat membuka gerbang terkunci nekad aku melompati pagar dan lagi-lagi pintu rumahnyajuga sudah terkunci, antara takut dan was-was dengan keadaan pacarku aku mengetuk pintu dengan keras sambil berteriak-teriak "sayang..sayang buka pintunya!!" karena tidak ada jawaban, Aku mencoba mendobrak pintu tapi anehnya belum sempat aku mendobrak pintunya terbuka sendiri. Tanpa pikir panjang aku langsung lari ke kamar pacarku tapi aneh pintunya terkunci, biasanya kalau dirumah tidak pernah mengunci pintu kamar, ingat dengan wanita yang menyeringai di lantai 2 aku langsung berlari menaiki tangga sambil meneriaki pacarku dan akhirnya aku smpai di lantai 2 tapi sepi tak ada siapapun. Aku beranjak kebagian ruang depan yang ada dilantai 2, Jantungku langsung mau copot melihat sosok berbaju serba putih rambut panjang sedang berdiri sambil menggendong anak kecil dan sama-sama menatapku dengan seringai meyeramkan dan tertawa cekikikan.

Tanpa pikir panjang aku berbalik arah dan turun kelantai 1 terus keluar rumah dan masuk kedalam mobil, diantara rasa takut pikiran warasku menyuruh menghubungi pacarku lewat HP, dan anehnya hpku tiba-tiba berbunyi ada panggilan masuk dari nomor pacarku saat aku terima terdengar suara pacarku  "Met malam sayang, maaf yah malam2 telpon kamu yang. solanya hpku lowbat sejak perjalanan ke rumah nenek, sayang maaf juga yah kalau baru ngabari, mendadak mama tadi sore ngajak nemenin, soalnya tanteku gak bisa nemenin ada acara dikantor suaminya. Besok aku gak masuk kuliah. tapi surat izinya udah aku titipin sama pak satpam komplek rumah..haloo sayang..sayanggg kok diam aja.." tanpa kubalas telponya aku langsung kabur pulang kerumah.

Post a Comment

 
Top