`
Kisah Nyata Misteri Penumpang Hantu di Jembatan Eretan Indramayu


Cerita di siang bolong itu bermula ketika Nenek Tureni (55) berkisah soal anak gadis yang mengalami kecelakaan di dekat jembatan Eretan pertengahan bulan lalu. Sebuah bus penumpang melaju cepat melawan arus dan menabrak seorang anak perempuan yang masih belia.

Peristiwa itu bukan satu kali ini saja, sudah sering kecelakaan terjadi setelah kendaraan melintasi Jembatan Eretan dengan kecepatan tinggi, seakan tak permisi. Ya, jembatan itu menyimpan cerita-cerita tak masuk logika sejak dahulu kala bagi masyarakat Eretan, Indramayu, Jawa Barat.

"Jembatan ini sih sudah dari zaman saya kecil dulu. Kalau dulu ceritanya lain. Sering ada yang mau numpang, minta dianterin. Biasanya yang jadi korban itu tukang becak. Tapi begitu sampai, si penumpang malah hilang dan rumah-rumah berubah jadi kuburan," cerita Nenek Tureni di rumahnya yang terletak persis di bawah jembatan, Kamis (17/7/).

Baca Juga :
Pemesan Kayu di Toko Bangunan Ternyata Orang Yang Sudah Meninggal
Ada pula cerita tentang orang misterius yang selalu meminta klakson ketika kendaraan akan melintas. Sekitar 50 meter dari situ memang terdapat pemakaman di kiri dan kanan jalan.

"Pernah juga ada orang malam-malam bawa mobil, terus tiba-tiba ada di tengah kuburan situ. Tapi nggak ada rusak nggak ada apa-apa mobilnya," imbuh Nenek Tureni.

Kisah yang diceritakan Nenek Tureni pun diamini suaminya, Kakek Kusno (60). Menurut dia jembatan yang pertama kali dibangun saat zaman penjajahan Jepang itu memang banyak tanda tanya.

"Dulu sih belum dibeton begini. Memang banyak cerita-cerita begitu di sini," kata Kakek Kusno.

Baca juga :

Jembatan tersebut memang terlihat lebih kecil dari jalur biasa. Ruas jembatan itu seperti penyempitan jalan.

Belum lagi tambalan jalan yang tak halus sehingga terasa bergelombang saat melintas. Kendaraan yang memacu tinggi kendaraannya akan sulit mengerem karena jalan menurun selepas jembatan.

Penerangan di sepanjang jalan tersebut juga masih kurang. Untuk melintas di malam hari perlu ekstra hati-hati.

"Saya sampai bosan kalau ada orang kecelakaan yang dibawa ke rumah saya ini," ujar Nenek Tureni yang pertama kali membangun rumah di sekitar Jembatan Eretan.

Post a Comment

 
Top