`
Kisah Seram di Rumah Sakit Madiun, Kursi Roda Pasien Berjalan Sendiri


Saya mau cerita tentang kejadian horor yang saya alami di Rumah Sakit yang berada di daerah madiun. Saya di sana bersama tante menunggui nenek yang lagi di rawat.

Kebetulan Nenek dirawat diruangan VIP satu kamar sendirian dan dalam ruanganya lengkap dengan Televisi, sekitar jam 10 malam nenek terbangun dia minta kakinya dipijiti, karenan tanteku sudah tertidur, aku yang bertugas mijiti kaki beliau sambil menonton tv yang terletak di pojok depan dekat jendala. karena di Rumah Sakit jadi volume televisinya aku kecilin banget takut mengganggu nenek. Saat itu malam minggu, jadi banyak keluarga pasien yang bezuk dan hilir mudik, kebetulan disebrang jendela jalan menuju bangsal (ruangan) korban kecelakaan dan yang sebelahnya ruangan mayat.

Baca Juga :

Jam 11 malam nenek sudah tertidur lagi tapi aku masih tetep duduk disebelah nenek sambil nonton tv dan para pembezuk juga sudah sepi banget. sekitar jam 12.30 kantuk mulai menyerangku, akhirnya aku rebahan di ranjang pembezuk belakang tv pas dibawah jendela, baru sekitar 5 menit rebahan terdengar orang sesenggukan menangis, "apa ada pembezuk yang baru ditimpa musibah kelaurganya meninggal atau kecelakaan" ujarku dalam hati. Karena Penasaran iseng aku intip dari jendela tapi kok gak ada siapa-siapa terus suara sesenggukan itu dari mana, mulai pikiran aneh-aneh dan takut menjalar ditubuhku tapi aku tepis mungkin suara angin malam.

Saat kembali keranjang tidur, baru saja rebahan suara sesenggukan terdengar lagi bahkan disertai suara seretan kursi roda pasien, tapi aku paksakan untuk memejamkan mataku sambil berfikir mungkin ada pasien baru saja masuk, tapi anehnya suara tangisan dan kursi roda seperti tak beranjak tetap diluar jendela, dengan rasa takut dan gemetar, aku beranikan mengintip lagi dari jendela...deggggg ternyata tidak ada siapa-siapa dan suara-suara tadi juga tiba-tiba hilang.

Keringat dingin dan tengkuk rasanya merinding semua, mau membangungankan tanteku gak enak dan malu, nekad dan sambil membaca doa aku keluar dari kamar menuju ruang suster jaga mau menanyakan perihal suara tadi. Sampai di ruangan suster jaga sepi tak ada siapa-siapa, aku coba panggil-panggil sambil tengak-tengok disekitar lorong dan,,, hiihhiiii ada kursi roda pasien berjalan sendiri dan yang duduk diatas kursia roda perempuan rambut panjang tertunduk dengan muka penuh darah, sesaat aku seperti dipaku berdiri tak bisa bergerak dan pelan-pelan perempuan yang duduk diatas kursi roda mengangkat wajahnya belum sempat bertatap muka, tubuhku lemas dan ambruk pingsan didepan ruangan suster jaga.

Post a Comment

 
Top