`
Pemesan Kayu di Toko Bangunan Ternyata Orang Yang Sudah Meninggal
 

Suatu hari ibuku lagi nungguin toko siang sekitar jam 1, biasanya seh aku yang jaga toko karena mau sholat dhuhur jadi ibi yang gantiin sementara. baru sekitar 3 menit gantiin ada orang yg nyamperin ke toko nanya alamat yang ada di nota pembelian yang dibawa bapak-bapak tadi, teryata dari Toko bahan bangunan yang ada di kota.

Dari seberang jalan emang keliatan mobil pickup penuh dengan muatan kayu, bapak tadi sama kernetnya dan dua kuli BM (bongkar muat) Niatnya mau nganterin kayu-kayu yg di pesan sama orang yang katanya dari desa saya sesuai yang tertera di nota.

Karena udah bolak-balik sampai tiga kali enggak menemukan alamat yang sesuai dengan nota bapak tadi akhienya berhenti disebrang rumah saya sekalian mau beli rokok sama nanya alamat rumah.

Ibu saya juga bingung karena nama pembeli dan alamat yang tertera di nota tidak beliau kenal, yang aneh alamtnya cuma depan balai desa di desa saya, setahu ibu depan balai desa adalah kuburan bukan rumah orang.

Karena penasaran dan heran ibu manggil saya yang barusan mau mulai sholat, namanya dipanggil ortu apa lagi ibu, saya bergegas ke depan lagi, beliau kemudian nanya ke saya "kamu kenal dengan pak xxx" sambil ibu nyodoran nota dari Toko bangunan tersebut.

Saya juga merasa aneh dengan alamatnya kalau namanya emang ada nama orang yang sama tapi alamatnya bukan depan balai desa, karena penasaran saya yang tadinya mau sholat akhirnya ngajak bapak dari toko bangunan tersebut ke rumah orang yang namanya ada di nota. sampai rumah bapak xxx teryata dia enggak memesan kayu, dan bapak dari toko bangunan juga mengiyakan karena orang yang pas datang ke toko bangunan wajah tidak sama dengan bapak ini.

Akhirnya saya ajak bapak dari toko bangunan ke balai desa untuk menanyakan sama perangkat desa, atau siapa tau salah satu perangkat desa yang pesan karena alamtnya cuma tertera depan balai desa kampung saya.

Sampai di Balai desa saya menemui salah satu perangkat desa dana menanyakan perihal pesanan kayu, kata mereka balai desa tidak pesan kayu, setelah bapak dari toko bangunan menyodorkan nota, para perangkat desa kaget dan raut wajah mereka seperti ketakutan.

Dinota tertera pembayaran cash atau sudah dilunasi saat pembeli pesan ke toko bangunan, tapi kok para perangkat desa seperti ketakutan, akhirnya aku tanya kenapa pak memangnya yang beli siapa???

Baca Juga :

salah satu perangkat desa akhirnya bercerita " 2 minggu yang lalu salah satu warga kedatangan kerabat dari jauh luar pulau yang sudah lama tidak bertemu, baru satu hari bertamu mendadak kerabatnya sakit selama tiga hari tepat malam jumat si tamu meninggal, karena bingung dan tidak tau menghubungi siapa berhubunng sudah lama tidak berjumpa dan si tamu datang sendirian dan dari luar pulau akhirnya demi kebaikan si mayit dikubur di desa ini, biar tidak sampai menginap terlalu lama jasadnya".

Keanehan terjadi saat si mayat dikubur layaknya penguburan setelah mayat ditaruh diliang lahat atasnya ditutupi dengan kayu atau biasa disebut dinding ari orang jawa bilang blabag, nah kayu penutupnya tiap dipasang selalu jatuh menimpa si mayat padahal sudah diukur dengan benar, biarpun dikasi kayu baru yang lebih panjang tetap jatuh seakan kayu tidak mau dijadikan penutup kuburanya.

Dengan persetujuan kerabatnya akhirnya mayat dikubur tanpa penutup dinding ari atau blabag, langsung diurug dengan tanah, satu hari setelah penguburan si kerabat mencoba mencari alamat si mayit sampai di pulau kalimantan, ternyata disana si mayit semasa hidup dikenal tukang tebang hutan (ilegal logging), dan jadi buronan makanya dia kabur ke rumah kerabtnya yang di desa saya.

Sikerabat akhirnya ke kantor polisi dan mencocokan foto dengan si mayit ternyata benar si mayit buronan kasus ilegal logging, dari salah satu temanya yang ada di bui (penjara), si mayit kabur semata-mata bukan karena takut masuk penjara, dia ketakutan setengah mati setelah menebang salah satu pohon di hutan yang dikeramatkan oleh warga penduduk sekitar, padahal teman-temanya sudah memperingati "jangan bekad menebang pohon tersebut", setelah menebang pohon kata temanya si mayit tiap malam dihantui si penunggu pohon.

Kembali ke Bapak dari toko bangunan setengah tidak percaya dengan cerita dari perangkat desa, dia akhirnya mendatangi kerabat simayit, setelah ketemu sikerabat bapak dari toko bangunan minta foto si mayit apa sama dengan yang memesan kayu, setelah diperlihatkan fotonya bapak dari toko bangunan kaget dan ketakutan wajah yang ada di foto sama persis dengan yang memsan kayu yang datang ke toko bangunan kemarin sore.

Post a Comment

 
Top