`
Persaingan WARTEG, Masakan Tiba-tiba Keluar Kecoak dan Ulat


Saya punya cerita horor yang pernah menimpa saya beberapa waktu silam, saat saya buka warung makanan.

Saya emang suka banget ikut jejak kedua orang tuaku yang suka wira usaha saat mereka punya Warteg (warung tegal) saya ikut ndompleng ditempat sebelah orang tuaku, bukan ndompleng hidup tapi ndompleng usaha. Saya buka konter pulsa dan jual beli hp second. Dan syukur ramai. Tapi, karena sudah banyak pesaing, saya memilih ganti usaha.

Mengikuti jejak orang tua ikut usaha warung makan, biarpun orang tua saya usaha warteg tapi saya enggk pernah ikut dalam usaha warung makan, saya selalu usaha sendiri.

Kebetulan ada kenalan saya punya lahan di pinggir jalan yang lokasinya tak jauh dari kampus tapi menganggur akhirnya saya kontrak, terus saya kepikiran buka warung makan seperti ortu. Setelah minta izin sama ortu dan diberi pengetahuan seputar usaha warung makan (bukan modal), saya coba merekrut koki masak beserta pelayannya, setelah semua perlengkapan warung saya cukupi. Saya ingat para motivator berkata, "Yang penting action dulu, risiko belakangan."

Semua sudah siap. Bukalah warung makan pertama saya. Karena letaknya strategis secara otomatis pelanggan mulai cepat berdatangan. Tapi, berani sumpah, saya nggak pakai penglaris dalam usaha makanan saya ini. Selama beberapa waktu semua berjalan dengan lancar. Nggak ada halangan suatu apa.

Lama-lama, kejadian aneh satu per satu berdatangan.

Pertama, koki yang masakin masakan di warung saya, bingung. Tiap kali menanak nasi, setelah matang dalam beberapa jam saja, nasi sudah basi. Bahkan, pernah ditemukan kecoak di dalamnya. Saya yang nggak percaya kemudian menjajal sendiri. Hasilnya, saya juga mengalami apa yang dialami oleh koki saya, nasi yang baru matang saya pindah ke Bakul (tempat nasi) baru setengah yang dipindah tiba-tiba nasi sudah lengket (basi).

Kejadian kedua, masakan yang dimasak koki saya, tiba-tiba saja ada kecoak dan ulat. Padahal, sepengakuan koki saya, bahan masakan seperti sayur dan ikan sudah di cuci sagat bersih, bahkan nggak ada kecoak ataupun ulat saat dimasak bahkan setelah matang dan dipindah ke rantang tak terlihat kecoak ataupun ulat. Tapi saat ada pembeli dan pelayan mau mengambil masakan tiba-tiba ada kecoak dan ulatnya.

Kejadian Aneh ketiga, hampir setiap pagi, selama beberapa waktu, depan warung saya selalu penuh dengan aneka kembang yang dipakai untuk mengguna-gunai atau lebih dikenal kembang 7 rupa. Ada kembang kantil, ada kembang melati, ada kembang, ah saya lupa namanya.

Saya nggak kepikiran aneh-aneh sebetulnya, tapi koki saya yang menjelaskan kepada saya mengenai hal ini. Dia mengatakan kapan kira-kira kejadian aneh ini berlangsung. Koki saya bilang, kejadian aneh ini terjadi saat ada Warung makan yang buka di sebelah saya.

Apa mungkin warung sebelah warung makan saya yang melakukannya? Ah, saya nggak mau mencurigai seseorang.

Karena koki saya meminta mundur, saya pun akhirnya mundur. Usaha warung pun saya tutup. Kata-kata motivator pun saya ubah kembali, "Setelah melakukan action, yang penting menilai keadaan. Jika memungkinkan dan memiliki amunisi silakan lanjutkan. Jika tidak, lihat sekeliling anda."

Saya cerita begini bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk pelajaran bagi siapa saja yang ingin membuka usaha. Khususnya warung makan.

Post a Comment

 
Top