`
Teror Hantu Suster Berwajah Penyet di Rumah Sakit CBZ Surabaya


Sebagai kota yang memiliki usia yang tua, Surabaya memiliki banyak bangunan atau gedung tua. Gedung-gedung tua tersebut sebagian besar merupakan bekas bangunan yang dibangun pada era kolonial. Layaknya gedung tua di kawasan manapun, gedung tua di Surabaya juga memiliki cerita mistis, atau misteri.

Cerita misteri yang cukup populer di masyarakat Surabaya adalah cerita tentang suster penyet atau suster gepeng di sebuah rumah sakit, yaitu rumah sakit Simpang, atau Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (CBZ), yang ada di Jalan Simpang, atau sekarang Jalan Pemuda, Rumah sakit itu saat ini sudah menjadi sebuah pusat perbelanjaan.


Saat itu ada seorang Pria yang akan menjenguk saudaranya di rumah sakit tersebut pada saat senja. Pria itu kemudian masuk ke dalam rumah sakit, dan berjalan menyusuri lorong yang ada di rumah sakit itu.

Saat tiba di persimpangan lorong,Pria itu bertemu dengan seorang suster yang menundukkan wajahnya. Laki-laki itu pun menanyakan kepada suster itu di mana lokasi zaal atau ruangan nomor sekian tempat saudaranya dirawat.

Mendapatkan pertanyaan itu, sang suster tidak mengatakan apapun, dia hanya mengarahkan tangannya saja menunjuk tempat ruangan itu.

Selain mengarahkan tangan, suster itu juga mengangkat wajahnya. Hal itu membuat wajah suster itu terlihat jelas, yaitu wajah yang hancur, dan penyet. Mata Pria tersebut mengikuti arah telunjuk tangan suster yang menunjuk kesebuah zaal (ruangan), tapi saat Pria tersebut mau mengucapkan terimakasih dia sangat terkejut dan ketakutan melihat wajah suster yang hancur dan penyet.


Langsung Pria tadi mengambil langkah seribu kearah ruangan dimana saudarnya dirawat, belum sampi ruangan saat berlari, tiba-tiba ada suara yang menyapanya.

Baca Juga :Ketemu Suster Ngesot di Rumah Sakit Umum

"Ada apa mas? Ada apa mas?" tanya suara itu merdu. Pria itu kemudian menghentikan langkahnya masih diliputi rasa ketakutan dia mencoba memberanikan diri melihat wajah wanita yang bertanya kepadanya.

Betapa leganya ternyata yang bertanya adalah seorang suster yang cantik. Dia pun menjawab, baru saja dirinya bertemu dengan seorang suster dengan wajah hancur dan penyet.

"Apakah wajahnya mirip seperti ini?" tanya suster wanita itu. Tiba-tiba saja ajah suster itu juga berubah menjadi hancur penyet dan mengerikan.

Pria itu pun pingsan seketika.

Kisah lain yang tak Kalah menakutkan yang terjadi di Rumah Sakit Tua CBZ Surabaya, kisah dari penjual soto.

Zaman dulu, para penjual soto di Surabaya selalu membawa dagangannya dengan pikulan, dan ada bunyi semacam lonceng.

Suatu ketika, penjual soto itu berhenti di depan rumah sakit CBZ karena dipanggil seorang suster dengan wajah cantik ala Noni Belanda.


Suster canti itu kemudian memesan satu mangkok dia makan soto itu sambil duduk di sebuah dingklik (kursi kecil) yang dibawa si penjual soto. Belum lama makan soto suster cantik pesan satu mangkok lagi, penjual soto agak heran dan kagum betapa cepatnya suster cantik itu kalau makan.

Penjual soto semakin heran dan mulai agak ketakutan saat suster tiba-tiba pesan soto lagi, bahakan suster tersebut minta sekalian dibuatkan 5 mangkok, Anehnya, suster itu tak kunjung kenyang walaupun sudah makan bermangkuk-mangkuk soto.

Baca Juga : Penyakit Liver Seorang Ibu Sembuh Total Dirawat Suster Penghuni Kamar Mayat di Sebuah RSU

Akibatnya, si penjual soto pun merasa curiga, aneh dan semakin ketakutan sambil ndregdeg (gemetar) penjual soto bertanya "sus apa masih belum kenyang". Tanpa berkata apa-apa suter cantik tersebut menunduk dan meragoh saku baju dinasnya, kemudian dia angkat wajahnya sambil menyodorkan uang.

Betapa ketakutanya penjual soto saat melihat wajah suster itu yang hancur, dan gepeng.

Mengetahui hal itu, si penjual soto langsung lari meninggalkan pikulan dagangannya. Namun, menurut cerita yang beredar, usai peristiwa itu dagangannya menjadi sangat laris.

Cerita soal hantu di rumah sakit CBZ terus berlanjut meskipun rumah sakit itu sudah rata dengan tanah, dan berganti menjadi sebuah mal.

Ppenampakan hantu itu berubah hanya berbentuk tangan yang melayang-layang. Tangan yang melayang-layang itu sering menakuti para pengunjung mal.

Akibatnya, sejumlah pengunjung yang melihatnya langsug lari, bahkan ada juga yang pingsan. Anehnya, saat melayang-layang, jempol hantu tangan itu tampak mengacung.

Namun, suatu kali ada beberapa pengunjung yang cukup berani dalam menghadapi teror hantu itu. Saat mereka bertemu hantu tangan yang mengacungkan jempol itu, mereka juga mengacungkan jarinya.

Jari yang mereka acungkan adalah jari kelingking. Hasilnya, hantu tangan itu langsung menghilang. Usut punya usut, ternyata untuk mengalahkan hantu itu, para pengunjung pemberani itu berpegangan pada hukum bermain suit.

Dalam permainan suit, khususnya permainan suit Jawa, ibu jari atau jempol bisa dikalahkan oleh jari kelingking. Sedangkan, kelingking kalah oleh jempol,  Sehingga, tidak heran saat pengunjung itu mengacungkan jari kelingkingnya, hantu itu langsung hilang, karena merasa kalah suit

Post a Comment

 
Top