`
Legenda Misteri Pulung Gantung yang Membuat Orang Bunuh Diri


Legenda Pulung gantung adalah sebuah legenda masyarakat Gunung kidul. Cerita mistis tentang pulung yang satu ini sangat melegenda. Jika anda datang ke Gunung Kidul dan bertanya kepada masyarakat mengenai pulung gantung maka cerita mistislah yang akan anda dapatkan. Masyarakat menjelaskan jika pulung tersebut berbentuk seperti api yang terbang. Apabila sebuah rumah kejatuhan pulung gantung maka dapat dipastikan jika salah satu penghuni rumah akan mengakhiri hidup dengan gantung diri. Memang bagi orang yang belum tau mengenai Legenda pulung gantung hal tersebut adalah tabu.

Tidak sedikit orang yang sudah melihat bentuk Pulung gantung. Mereka mengambarkan bentuk mahluk legenda yang satu ini dengan kobaran api yang menyala dan berwarna merah darah. Apabila sebuah rumah sudah kejatuhan pulung ini maka biasanya warga akan menjaga penghuni rumah agar tidak melakukan tindakan bunuh diri.  Walaupun pada kenyataannya jika seseorang sudah terkena pulung ini akan melakukan tindakan yang aneh aneh.

Seperti yang terjadi di Dusun Siraman II, kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta terjadi peristiwa yang memilukan. Tukirah, seorang perempuan muda meminta ibunya pergi membeli sawo untuk menyembuhkan kakinya yang sakit. Saat sang ibu kembali apa yang dia lihat? Tukirah sudah gantung diri di kusen ruang tamu rumahnya.

Menurut para tetangga, rumah Mbok Tumikem, ibunya, ketiban (kejatuhan) pulung gantung, yaitu roh jahat yang berwujud bola cahaya sebesar kepalan, berekor, dan berwarna hijau kemerahan. Pulung gantung inilah yang mendorong Tukirah bunuh diri.

Peristiwa itu bukan yang terakhir. Beberapa bulan setelah Tukirah tewas, anak Mbok Tumikem yang lain, Solinah, ditemukan tewas gantung diri dengan setagen. Kata orang, gara-gara pulung gantung datang untuk kedua kalinya ke rumah janda malang itu.

Empat bulan kemudian, di sebuah dusun sebelah tenggara kediaman Mbok Tumikem, Noto Triman didapati tewas gantung diri. Lalu pada hari Rabu Kliwon 9 Oktober 1991, Ngadimin alias Surip, warga Dusun Ngandong, Kecamatan Patuk di Kabupaten Gunung Kidul pula, mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri.

Mengapa semua mati bunuh diri ketika pulung gantung muncul? Benarkah ia penyebab orang terdorong melakukan aksi bunuh diri?

Baca Uga : 

Sudah banyak sekali masyarakat Gunung kidul yang pernah melihat Pulung gantung. Fakta fakta tersebut membuat pandangan baru jika memang mahluk mitos yang satu ini nyata. Jika ada seseorang yang melihat mahluk ghaib yang satu ini maka dia akan langsung membunyikan kentongan atau alat lain agar pulung gantung tersebut pergi dan warga tidak ada yang terkena efek dari sang pulung.

Apabila sudah ada korban dari Pulung gantung maka warga akan membakar atau maratakan dengan tanah tempat orang tersebut bunuh diri. Dengan cara tersebut warga merasa tidak akan lagi jatuh korban. Selain membakar tempat lokasi bunuh diri, umumnya juga diadakan bersih desa. Acara bersih desa itu dilakukan seluruh masyarakat dengan mengelar wayang dan doa bersama agar tidak jatuh korban lagi akibat pulung gantung.

Post a Comment

 
Top