`
Pengalam Seram Penuh Mistis Sopir Bus Malam 


Bus antar kota yang terkadang beroperasi di malam hari membuat sopir ini memiliki banyak pengalaman, diantaranya pengalaman mistis.

Menjadi sopir bus antar kota selama 40 tahun,  sejak 1985, membuat Dede Wahyu (60) memiliki banyak pengalaman.

Mulai dari mesin mogok hingga melihat kecelakaan besar.

Bahkan, perjalanan malam yang seringkali dilaluinya membuatnya memiliki beberapa pengalaman mistis.

Dede Wahyu menceritakan tiga pengalaman mistis paling menakutkan yang pernah dialaminya.

1. Penumpang Menghilang di Rajamandala, Garut

"Pernah ada penumpang naik, tapi setelah beberapa kilometer, kita cek sambil akan meminta ongkos, penumpangnya sudah tidak ada," cerita Dede Wahyu, mantan sopir bus jurusan Bandung-Garut itu.

Kejadian tersebut dialaminya di awal menjadi sopir bus.

Penumpang yang sebelumnya sudah Dede lihat duduk di bangku belakang, tiba-tiba menghilang di daerah Rajamandala, Garut.

Dede mengaku, dia dan rekan kondekturnya sampai menepikan busnya ke pinggir jalan untuk memastikan keberadaan penumpang misterius tersebut.

2. Sosok putih Berambut Panjang menyeberang di jalan Bypass Cicalengka.

Menurut Dede, kejadian ini sering dialami sopir yang berkendara di malam hari melewati jalan tersebut.

"Makanya di jalan itu (Bypass Cicalengka) banyak yang celaka karena sopir sering banting setir mendadak. Ya karena seperti ada yang menyeberang," ceritanya.

Dede sendiri pernah mengalaminya.

Dede Wahyu bercerita, dirinya pernah membanting setir dan hampir menabrak mobil di depannya ketika melihat ada sosok putih yang melintas di daerah Cicalengka.

Beruntung, Dede dapat segera menguasai bus yang disopirinya.

Baca Uga : 


3. Bayangan orang duduk diam di kursi paling belakang.

Dede Wahyu juga menceritakan pengalamannya melihat bayangan duduk di kursi belakang bus yang dikendarainya.

Menurutnya, saat itu dia dan sang kondektur akan pulang ke terminal.

Bus dalam keadaan kosong dan lampu belakang dimatikan, namun sang kondektur melihat ada bayangan orang sedang duduk diam di barisan kursi paling belakang.

"Pas saya lirik di kaca spion, benar ada (bayangan), merinding saya. Saya dan kondektur saya waktu itu langsung kaku," kisahnya.

Post a Comment

 
Top