`
Tragedy Mary Celesta
 

Pada tanggal 4 Desember 1872, dengan menggunakan teropong, awak kapal Inggris, Dei Gratia melihat penampakan kapal dengan layar terkembang di lepas pantai Portugis.

Saat diamati, ada keganjilan pada bahtera tersebut. Kapal itu hanya mengapung, tanpa kendali. Ada keanehan di layarnya. Kapten Dei Gratia, David Morehouse kaget bukan main saat menyadari itu adalah Mary Celeste.

Bahtera tersebut meninggalkan Kota New York 8 hari sebelum kapal yang ia nakhodai angkat sauh. Seharusnya Mary Celeste sudah sampai di Genoa Italia. Maka, ia pun putar haluan, siap memberi pertolongan. Awak kapal pun dikirim ke dek Mary Celeste. Tak ada seorang pun di sana. Kosong melompong. 

Baca Juga :

Tidak ada tanda2 telah terjadi perompakan. Semua barang terlihat utuh rapi termasuk barang2 berharga. Satu2nya petunjuk yang tak berarti adalah catatan terakhir Kapten Kapal Benyamin Spooner Brigg. Di dalamnya hanya tertulis cuaca tampak buruk dan mungkin akan terjadi badai sebentar lagi.

Yang menjadi pertanyaan hingga saat ini adalah kemana semua penumpang Marry Celeste? Andaikan terjadi badai yang hebat kenapa barang2 yang ada tidak berantakan? Masih tetap rapi pada tempatnya. Di sana juga sempat ditemukan sebotol obat yang telah dibuka tutup botolnya masih utuh tanpa adanya bekas2
tumpahan.

Lebih aneh lagi kapal ini ditemukan (tanpa ada seorang pun didalamnya), tetap pada jalur pelayarannya yang benar dan telah meninggalkan New Yor sejauh kurang lebih 500 kilometer jauhnya.

Kemana semua awak dan penumpang kapal Mary Celeste? Apa yang membuat kapal tanpa awak tersebut tetap pada jalur pelayaran yang benar setelah jauh dari pelabuhan asalnya?

Post a Comment

 
Top