`
Alamisteri : Kerajaan Kethek Putih Dilokasi Makam Nusupan


Sebagai orang yang bertugas menjadi juru kunci makam Nusupan Jusuf menampik, banyak pelaku ritual yang melakukan pemujaan pesugihan kethek putih di makam Nusupan. Menurutnya, mereka biasanya meminta agar usaha yang ada, dimiliki Iancar dan sukses. Tetapi kalaupun itu adalah ikatan gaib di antara keduanya, yang hanya bisa diketahui oleh dirinya sendiri.

Pohon Preh yang menjadi keraton gaib kethek putih sekilas memang tampak menyeramkan sekali.Pohon dengan usia ratusan tahun tersebut tampak berlubang di tengah tengahnya. Di dalam lubang pohon menurut jusuf, dulunya adalah gangunan gerbang makam yang sekarang terlilit oleh akar pohon Preh. Lubang pohon setinggi satu meter dipakai sebagai tempat untuk melakukan ritual pemujaan. Namun sebelum menggelar ritual pemujaan di dalam lobang, para pelaku ritual terlebih dahulu harus menggelar ritual ziarah di makam Tumenggung Pusponegoro, yang dianggap sebagai danyang kampung Nusupan.

Usai menggelar ritual di makam Tumenggung Pusponegoro, para pelaku ritual lantas melakukan upacara ritual di pohon Preh atau di tempat lain, tergantung dari keinginan para pelaku ritual itu sendiri. Makam keramat Nusupan sampai saat ini dikenal masih sangat angker sekali. Seringkali terlihat sosok makhluk bertubuh tinggi besar berdiri di atas cungkup makam Tumenggung Pusponegora Setiap hari kadang terlihat kethek putih bergelantungan di dahan pohon Preh. Tidak hanya tampak pada malam hari, saat siang hari sekalipun kera-kera itu masih tampak terlihat sosoknya.

Cerita keangkeran makam Nusupan setiap hari masih saja terus terjadi.Tidak hanya menimpa warga pendatang dan para pelaku ritual yang seringkali melihat sosok gaib dan mengalami peristiwa gaib, tetapi penduduk sekitar seringkali juga mengalami kejadian aneh di luar akal sehat. Salah seorang kakek tua penduduk kampung didatangi seekor harimau, padahal saat itu hari jelang siang han.
Peristiwa aneh tersebut terjadi pada saat dirinya tengah memotong rumput di lokasi makam. Saat tengah asyik menyabit rumput, laki-laki tua itu dikagetkan dengan kedatangan seekor harimau loreng entah darimana datangnya. Melihat sosok hewan menyeramkan itu, kakek  Iari tunggang langgang kalang kabut. Warga yang mendengar kejadian tersebut sempat gempar, tetapi mereka memaklumi bahwa kejadian aneh tersebut memang benar-benar terjadi.

Oleh sebab itu, sejak salah seorang penduduk desa didatangi seekor harimau, tak satupun warga berani mengambil atau menebang pohon yang tumbuh di dalam area makam. Meski banyak dahan yang patah. tumbang dan banyak semak belukar, tetap saja dibiarkan begitu apa adanya. Pembersihan hanya dilakukan setahun sekali saat memasuki pertengahan bulan ruwah. penduduk kampung dan karang taruna menggelar upacara bersih bersih makam.

Di area komplek pemakaman, terdapat salah satu pamijen milik pengusaha batik dan perhotelan ternama di kota Solo. Pamijen ini tampak tidakterawat, dipenuhi ilalang dan rumput liar. Sejak.usaha batik yang dirintisnya jatuh, aset berupa hotel, rumah serta harta warisan tinggalan kedua orang tuanya ludes terjual. Kebangkrutan itu disebabkan karena tak ada lagi penerus dari pengusaha batik dan perhotelan tersebut yang memunden di makam Nusupan, sehingga makam keluarga (pamijen) yang dulunya tampak megah sekarang rusak.

Bahkan di dalam komplek makam keluarga tersebut tumbuh sebuah pohon pace yang dihuni sesosok genderuwo. Hal ini diketahui pada saat-salah seorang warga ingin membuktikan keangkeran pohon pace.Tak mempercayai dengan adanya penunggu makhluk gaib, sala seorang warga keturunan cina brucap sombong. bahwa dirinya sedikitpun tak mempercayai dengan adanya makhluk halus penunggu pohon pace sembari mengumpat orang itu kemudian mengencingi pohon, pace.

Tak selang lama sebelum orang tersebut merampungkan kencing, kemaluannya membengkak sebesar,buah pepaya. Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut heran, sembari mensyukuri buah dari kesombongan orang itu.Kejadian naas yang dibuat sendiri-oleh orang itu disaksikan oleh banyak orang,karena bertepatan dengan upacara pemakaman jenasah. Dengan tubuh lemah lunglai ia tak bisa berdiri,salah seorang penduduk kampung lantas menggetar ritual menyembelih ayam putih’mulus, memohonkan ampun orang tersebut.
Tak selang lama setelah upacara ritual dilakukan, bengkak yang dialami orang tersebut akhirnya kempes kembali seperti sediakala. Kejadian ini bukan hanya menjadi bukti nyata kekeramatan makam keramat di Nusupan, tetapi menjadi peringatan bagi siapapun orangnya yang berada di-dalam makam Nusupan, agar lebih berhati-hati terhadap alam sekitar.

Hampir setiap waktu kisah kekeramatan makam Nusupan terus bertambah, tak terkecuali seperti yang pernah di alami oleh jusuf. Dengan mata kepalanya sendiri, juru kunci makam tersebut menyaksikan daun pintu teralis besi makam Tumenggung Pusponegono membuka dan menutup sendiri berulang-ulang kali.
“Komplek area pemakaman Tumenggung Pusponegora sejatine terkena proyek pelebaran tangggul sungai Bengawan Solo. Area pemakaman menjadi titik as tanggul yang akan dibuat oleh Departemen Pekerjaan Umum,” Ucap Jusuf mengungkapan.

Akan tetapi anehnya, pada saat makam Tumenggung Pusponegono diukur dengan mempergunakan teropong ukur oleh salah seorang pegawai dari Dinas Pekerjaan Umum, terlihat di dalamnya penampakan bola mata ular raksasa di dalam teropong. Setiap kali dilihat dengan teropong, tukang ukur kaget menyaksikan pemandangan mengerikan yang ada di dalam lensa teropong.

Post a Comment

 
Top