`
Fenomena Misteri Seorang Siswi SMP di Clumprit Jombang Menangkap 11 Tuyul 


Siswi SMP di desa Dusun Joho Clumprit, Jombang, Jawa Timur ini awalnya menangkap 9 tuyul ini di rumah pamannya dan menaruhnya di dalam toples. Sepekan kemudian, 2 tuyul datang lagi ke rumahnya dan juga berhasil ditangkap.

Total 11 tuyul itu disimpan di dalam toples. Kedua telinga dari tuyul-tuyul yang ditangkap ini seperti telinga kelelawar, matanya merah menyala seperti api, mulutnya vertikal, kakinya hanya berjari tiga dan kalau berjalan menjijit.

Seorang gadis bernama Ineke Puspitasari (14) alias Pipit asal Dusun Joho Clumprit, Desa/Kecamatan Sumobito, Jombang, kabarnya telah berhasil menangkap 11 tuyul dan menghebohkan warga sekitar.

Akibatnya, ratusan orang yang penasaran berdatangan ke tempat tinggal Pipit untuk melihat langsung belasan tuyul tersebut. Sejak pagi, rumah pasangan Djeni Siswantoro (71) dan Misti yang merupakan kakek dan nenek Pipit, ramai didatangi warga.

Pintu dan jendela rumah sederhana ini tertutup rapat. Warga hanya bisa melihat pemandangan di dalam rumah melalui balik kaca ruang tamu. Pandangan para pengunjung terpaku ke sebuah toples kaca yang diletakkan di atas kain berwarna putih persis di balik jendela sisi kanan ruang tamu.

Baca Uga : 

Di dalam toples kaca berdiameter 15 cm dan tinggi sekitar 20 cm dengan penutup berwarna merah itu, konon terdapat 11 tuyul yang telah ditangkap Pipit. Sementara gadis kelas 8 SMP ini terlihat melayani permintaan pengunjung yang ingin mengabadikan toples berisi belasan tuyul tersebut.

“Sembilan tuyul saya tangkap di depan rumah Pak De (kakak ayah Pipit) awal puasa lalu, hari Rabu (17/6/2015) lalu pada sore setelah salat Ashar. Mereka sedang bergerombol di jalan depan rumah Pak De saya,” kata Pipit pada keesokan harinya, pada Kamis (25/6/2015) silam.

Pipit mengakui bahwa ia menangkap tuyul-tuyul tersebut hanya menggunakan cermin. Saat itu Pipit sedang bermain-main di belakang rumah, kemudian dia melihat mahluk berukuran kecil.

Pipit kemudian mengambil cermin. Dengan cermin itulah akhirnya beberapa tuyul lainnya mendekat. “Tuyul itu senangnya bermain-main cermin. Makanya saat asyik bermain cermin, tuyul-tuyul itu langsung saya tangkap,” kata Pipit.

Putri tunggal pasangan Eko Hartono (42) dan Ika Anjaswati (39) ini mengaku memiliki indra keenam yang mampu melihat makhluk gaib. Sejak lahir, gadis ini diasuh dan tinggal bersama kakek dan neneknya di Dusun Joho Clumprit. Sedangkan kedua orang tuanya bekerja di Surabaya.

Pipit mengatakan, setelah menangkap 9 tuyul dan menyimpannya di dalam toples kaca, selang 7 hari kemudian ada 2 tuyul lagi yang datang ke rumah kakeknya.

Dia mengaku melihat makhluk gaib yang menyerupai anak kecil itu hendak masuk ke rumah kakek Djeni melalui pintu belakang rumahnya, pada Rabu (24/6/2015) sekitar pukul 18.30 WIB.

“Yang dua tuyul saya tangkap kemarin malam. Mereka mencari teman-temannya yang saya tangkap duluan,” jelasnya.

Belasan tuyul yang kini “terpenjara” di dalam toples itu, lanjut Pipit, memiliki wujud yang menyerupai anak kecil dengan tinggi badan antara 50-90 cm. Tubuh makhluk gaib yang kerap dikaitkan untuk pesugihan ini konon berkelamin laki-laki dan perempuan dengan tubuh berwarna merah.

“Kedua telinganya seperti telinga kelelawar, matanya merah menyala seperti api, mulutnya vertikal, kakinya hanya berjari 3. Kalau berjalan menjijit,” ungkap Pipit yang tinggal di Jombang, Jawa Timur. Menurutnya, makhluk ghaib ini berasal dari Ngawi, Tulungagung, dan Malang.

Meski rumahnya ramai dikunjungi warga, Pipit enggan memasang tarif masuk bagi para pengunjung. “Dilarang kakek saya karena ini kan makhluk gaib yang tidak semua orang bisa melihat. Khawatir mengecewakan orang,” pungkasnya.

Tuyul yang Ditangkap Dipelihara Oleh Salah Seorang Warga

Pipit menyebut belasan tuyul itu dipelihara oleh salah seorang warga. Makhluk gaib itu disebut-sebut kerap mencuri uang tetangganya. Pipit juga mengatakan, keberadaan belasan tuyul ini diketahui sejak setahun lalu.

Menurutnya, makhluk ghaib menyerupai anak kecil ini sengaja dipelihara oleh salah seorang tetangganya mendatangkan kekayaan. Dia mengaku mengetahui informasi tersebut setelah berkomunikasi langsung dengan makhluk tak kasat mata ini.

“Mereka (tuyul) dipelihara orang kampung sini. Mereka ini bilangnya disuruh mencari uang dengan cara mengambil di rumah orang-orang. Menurut Pipit, di dalam toples itulah dia memenjarakan sebelas tuyul yang selama ini kerap mencuri uang tetangganya.

Memang banyak yang kehilangan uang, minimal kehilangan Rp 100 ribu. Saya tangkap supaya tidak lagi mencuri uang warga sini,” kata Pipit kepada saat ditemui di tempat tinggalnya yang kini ramai dikunjungi warga.

11 Tuyul yang Ditangkap Gadis SMP di Jombang Tak akan Dilepas

“Tuyul ini arwah dari bayi korban aborsi dan keguguran, mereka memiliki ibu kandung. Namun, dibeli oleh seseorang warga sini sebagai pesugihan,” ungkap Pipit sembari mengatakan tak tahu persis proses jual-beli makhluk gaib itu.

Pipit menyatakan tak akan melepas belasan tuyul tersebut selama pemiliknya tidak mengambil langsung ke rumahnya. “Akan saya tunggu sampai yang memelihara ini mengambil, kalau tidak diambil ya biarkan di sini (di dalam toples – red),” tandasnya.

Kabar seringnya warga Dusun Joho Clumprit kehilangan uang akhir-akhir ini juga dibenarkan Kepala Desa Sumobiro, Bakhri.

Namun, dia meminta agar identitas pemelihara tuyul tidak disebarluaskan agar tidak menjadi fitnah.

“Memang ada beberapa orang yang mengaku kehilangan uang di lingkungan sini. Yang Rp 100 ribu, 200 ribu. Jangan sampai soal pemelihara tuyul ini diekspose ke orang lain, cukup pribadinya saja. Karena ini bahaya bisa menjadi fitnah. Apalagi ini barang gaib,” kata Bakhri saat berkunjung ke tempat tinggal Pipit.

“Saya sendiri tidak bisa melihat. Toples itu tetap kosong tanpa isi,” kata Bakheri, Kepala Desa Sumobito, Kecamatan Sumobito.

Terlepas dari benar atau tidaknya, Kades Desa Sumobito meminta agar gadis kelas 8 SMP itu segera melepaskan belasan tuyul dari dalam toples kaca yang kini ramai dilihat warga.

Pasalnya, keberadaan toples berisi tuyul itu mengundang kedatangan warga dari berbagai daerah yang berpotensi mengganggu kemanan dan kenyamanan warga.

MUI Jombang Imbau Masyarakat Tak Percaya Tuyul

Ketua MUI Kabupaten Jombang, Kiai Kholil Dahlan angkat bicara menanggapi kabar penangkapan 11 tuyul oleh gadis SMP di Dusun Joho Clumprit, Desa/Kecamatan Sumobito.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan makhluk ghaib yang konon menyerupai anak kecil itu. Menurutnya, terlalu mengimani kekuatan tuyul bisa mengarah kepada kemusyrikan.

“Kita tidak usah terlalu percaya dengan hal-hal seperti itu karena sulit dibuktikan benar atau tidaknya,” kata Kiai Dahlan. Kiai Dahlan menjelaskan, umat Islam memang harus mengimani adanya makhluk ghaib sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.

Tapi, keyakinan itu harus senantiasa berpedoman pada kitab suci Al-Quran dan Hadist. Dia menegaskan, umat Islam yang percaya dengan kekuatan tuyul dan mematuhi perintah tuyul merupakan perbuatan menyekutukan Alloh atau musryik.

“Yang terpenting kita pedomannya ke Al-Quran dan Hadist, karena hanya Allah SWT yang tahu persoalan makhluk gaib. Kalau dalam bahasa Al-Quran makhluk gaib itu hanya jin dan setan,” imbuhnya.

Kiai Dahlan mengaku kurang yakin atas kebenaran gadis SMP yang menangkap 11 tuyul di Dusun Joho Clumprit. Menurutnya, dimungkinkan penangkapan tuyul itu hanya khayalan atau halusinasi dari gadis tersebut.

Namun demikian, lanjut Kiai Dahlan, bukan berarti makhluk gaib sebangsa tuyul tidak ada. Dan masih menurutnya, tuyul yang wujudnya disebut-sebut menyerupai anak kecil itu berasal dari bangsa jin atau setan. Makhluk tak kasat mata itu dimanfaatkan oleh manusia yang memiliki ilmu sihir untuk mencuri harta orang lain.

“Ilmu sihir dijelaskan di dalam Al-Quran, ilmu itu pernah diturunkan Allah SWT pada zaman Bani Israel melalui malaikat Harut dan Marut, untuk menguji imannya orang Israel kepada Allah SWT. Jadi dengan ilmu sihir itu, manusia bisa mempengaruhi orang lain dengan bantuan jin atau setan,” paparnya

Post a Comment

 
Top