`
Kakek Sarung Teror Horor yang Keberadaanya Masih Misterius


Beberapa hari belakangan beredar isu Kakek Sarung, Meskipun banyak yang tidak percaya, kabar ini tetap memunculkan kehebohan.

Isu yang tidak jelas sumbernya itu kurang lebih mengingatkan agar warga berhati-hati dengan keberadaan kakek penjual sarung yang biasanya datang ke rumah warga pada dinihari, sore dan selepas magrib. Dia menjual sarungnya Rp 5.000, ada pula yang menyebut Rp 10.000.

Jika sarung tidak dibeli, si kakek akan menangis seperti bayi. Namun, kalau sarung dibeli dan disentuh, si pembeli akan meninggal. Disebutkan pula bahwa yang dijual itu sebenarnya bukan sarung melainkan kain kafan bekas sebagai bahan pesugihan.

Beredar pula kabar bahwa korban Kakek Sarung ini sudah banyak berjatuhan, seperti di Diski, Binjai, Tandem, dan Sunggal. Bahkan ada yang menyebut pembantu dosen dan mahasiswa USU turut menjadi korban. Namun, belum satu pun kabar itu terbukti.

Bak pesan berantai, kabar mengenai kakek sarung pencabut nyawa ini beredar dari mulut ke mulut. “Tadi di sekolah ada yang bilang ketemu kakek-kakek mau jual sarung. Katanya kita mau dijadikan tumbal kalau kita beli sarungnya,” cerita Dara, Rizkia siswa SMP swasta di Medan Denai, Sabtu (14/3).

Kabar itu juga beredar lewat media sosial, seperti BBM. Warga yang mendapatkan kabar itu pun berbagi pengalamannya, ini isi BBM yang Beredar:

Korban sudah banyak. Diantaranya keluarga pembantu Dosen Akuntansi USU dan mahasiswa USU. Ada seorang kakek yang lagi cari tumbal ilmu hitam. Ciri-cirinya : sudah tua (namanya juga kakek-kakek) dan membawa sarung yang sebenarnya adaah kain kafan. Jika kita memegang sarung tersebut, roh kita akan tersedot oleh kakek tersebut.

Kakek itu datang setiap jam 3 pagi (dinihari), 4 sore dan setelah Maghrib. Biasanya dia mendatangi rumah-rumah sambil menjajakan sarung yang dipegangnya (Ingat, sarung yang dipegang. Kalau sarung yang dipakai, sudah bisa dipastikan kakek itu bakal bugil).

Sudah ada korban di Jalan Mistar, Diski, Tandem dan Sunggal. Waspadalah, jangan sekali-kali membukakan pintu untuk kakek itu. Karena dia bisa mengambil nyawa kita (yang ini sudah sangat menyesatkan) untuk menyempurnakan ilmu hitamnya.

Si pengirim pesan seorang teman kuliahku dulu. Kerja di pemerintahan. Aku yang mulai gerah dengan isu-isu tak bertanggungjawab ini bertanya.

“Kamu tau dari mana. Ada korban yang bisa dimintai keterangan? ,” kataku. Karena dari beberapa pesan bbm yang isinya kurang lebih sama, tak disebutkan sekalipun nama ataupun alamat orang yang sudah menjadi korban Kakek Sarung tersebut.

“Waduh. Ente telat. Dah banyak kali korbannya. Dan si kakek juga sudah tewas dikeroyok,” jawabnya sambil mengirimkan link berita.

Baca Uga : 

“Aku memang pernah didatangi kakek-kakek naik sepeda sama anak kecil di rumah kami. Dia mau jual sarung kotak-kotak warna krem, sudah kumal. Kukasih duit sedekah saja, sarungnya nggak kuambil. Kalau ditanya percaya atau tidak, kita nggak tahu kebenarannya, tapi hal-hal gaib kan memang harus kita percaya,” kata Bahri, seorang pegawai swasta di Tembung.

Seorang warga Perumnas Simalingkar, Dedi Ginting, juga bercerita kalau istrinya mengaku bertemu dengan kakek-kakek menjual sarung kumal sambil mendorong sepeda. Tapi sang istri hanya memberi Rp 2.000 sebagai sedekah.

“Kata istriku, kejadiannya sudah lama. Aku pun tahu isu ini dari istriku yang mendengar di kantornya. Aku nggak percaya isu ini. Tadi banyak keluarga dan tetangga yang bertanya, aku suruh jangan percaya, karena korbannya tidak terbukti,” katanya.

Post a Comment

 
Top