`
Misteri Kolor Ijo Antara Nyata dan Hoax


Antara ada dan tiada, tapi bikin heboh luar biasa di sekitar wilayah Jakarta kemudian menyebar ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Begitulah sosok si kolor ijo yang makin “melegenda”. Dibilang “ada” lantaran setidaknya sejumlah wanita mengaku tubuhnya “digerayangi” oleh si kolor ijo. Tak sekadar meraba, makhluk tak jelas juntrungannya ini juga diceritakan doyan mendekam di atas tubuh perempuan yang sedang lelap. Malah, siluman ini sering membuat heboh di TV dan Koran karena beraksi memerkosa banyak perempuan.

Tidak sedikit orang yang menganggap kalor ijo hanya isapan jempol, ya, karena faktanya, menurut temuan polisi, memang begitu. Wujud siluman kolor ijo memang tak jelas. Asal-usul Kolor Ijo “makhluk buruk rupa berkolor hijau” itu juga gelap sama sekali. Yang makin menguatkan cerita itu adalah rekaan atau berupa pengakuan  perempuan-perempuan “korban kolor ijo”.

Wujud Kolor Ijo

Bagaiman wujud asli atau penampakan sosok kolor ijo pun masih menjadi misteri. Hal ini dikarenakan simpang siurnya informasi yang beredar. Dan juga ditambah dengan banyak nya versi mengenai wujud mahluk astral yang satu ini. Namun, secara garis besar, kolor ijo  digambarkan sebagai salah satu bentuk pesugihan degan syarat memperkosa wanita baik yang remaja mau pun yang sudah berkeluarga. Penampakan nya berupa sebagai lelaki berkepala botak, perut gendut, dan berkolor hijau.

Baca Uga : 

Rupanya, fenomena kolor ijo ternyata tidak hanya populer di Pulau Jawa, banyak kasus pelecehan terhadap perempuan berkedok hantu kolor ijo terjadi di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Pada tahun 2015, di daerah Luwu, Sulawesi Selatan, banyak wanita yang dirawat di Rumah Sakit korban Kolor Ijo. Para wanita yang menjadi korban ditusuk alat vitalnya menggunakan beda tajam dari kolong rumah. Beberapa bulan kemudian, kepolisian setempat berhasil menangkap pelaku yang ternyata manusia biasa, tidak seperti kolor ijo yang digambarkan selama ini.

Asal Muasal Kolor Ijo

Fenomena kolor ijo pertama kali muncul dari kasus pemerkosaan di Kampung Cijengkol, Kecamatan Setu, Bekasi, Oktober tahun 2003. Korbannya, sebut saja Ny. Suti, disikat di depan putranya yang berumur dua tahun, serta mertua perempuannya. Korban dan saksi melihat pelakunya sebagai lelaki bersenjata golok, dan cuma mengenakan kolor warna hijau. Warga pun menggelari pelaku, yang masih buron, sebagai si kolor ijo.

Berawal dari situlah cerita keganasan si kolor ijo merebak. Malah kian berkembang dengan munculnya cerita sejumlah gadis dan ibu yang mengaku pernah didatangi, bahkan “dilukai” oleh si kolor ijo. Di bulan Ramadan 2003, isu kolor ijo sudah meruyak sampai ke beberapa kecamatan di Bekasi. Dan kemudian menjadi legenda bersifat mistis sampai hari ini.

Post a Comment

 
Top