`
Mengungkap Misteri Teror Andong Pocong di Sidoarjo 


Mitos ini berkembang di wilayah sidoarjo utara, utamanya kecamatan taman dan sukodono dimana desa saya, kloposepuluh masuk didalamnya. Mitos ini mengemuka dan tersebar luas diantara medio tahun 2006-2008. Mitos ini juga tak luput mengenai desa saya. Tersebar luasnya mitos ini tak bisa lepas dari kepercayaan orang jawa pada hal-hal mistis, yang kemudian menyebabkan mitos ini berkembang secara luas lewat mulut kemulut.

Terdapat tiga versi dalam cerita mitos ini. Antara versi satu dengan yang lain sebenarnya tak memiliki perbedaaan yanga mencolok karena perbedaannya hanya terletak pada latar belakang munculnya andong pocong dan bagaimana cara menculiknya. Tetapi jika dilihat dari isi ceritanya memiliki kesamaan yang sangat mirip.

Versi Pertama Andong Pocong 

Diceritakan dari mulut kemulut bahwa pada suatu waktu diantara bulan ini tersebutlah adanya perkawinan antar dua orang insan manusia di suatu wilayah disekitar daerah yang telah disebutkan diatas. Perkawianan telah direncanakan masak – masak oleh kedua mempelai mulai dari lamaran, akad nikah, walimahn sampai bulan madu. Tetapi seperti banyak cerita mitos lainnya, semuanya berawal dari tragedi, begitu juga cerita mitos kita ini tentu saja. Tragedi dimulai ketika perkawinan mulai dilaksanakan seperti pada rencana diatas. Tetapi ada satu hal yang kurang yaitu restu dari orang tua si mempelai perempuan. Memang keduanya merencanakan perkawinan ini secara sembunyi – sembunyi hanya dengan restu dari keluarga mempelai laki – laki saja.

    Pada awalnya dari pihak keluarga si mempelai perempuan tidak mengetahui akan rencana perkawinan ini, akan tetapi lambat-laun rencana ini tercium juga oleh keluarga si mempelai perempuan. Mereka mulai curiga akan sikap anaknya yang lebih sering keluar rumah dan sesekali terlihat bersama dengan kekasinya, si mempelai laki – laki. Hal ini menjadi jelas ketika pada hari yang ditentukan, sepasang kekasih ini melakukan pernikahan mereka. Dan, kemudian salah satu dari anggota keluarga si perempuan mengetahui ini dan melaporkannya kepada orang tua si perempuan. Demi mendengar bahwa anaknya akan melakukan perkawinan tanpa restu mereka, orang tua si perempuan marah dan kemudian mengumpulkan seluruha naggota keluarganya untuk datang ketempat dilangsungkannya pernikahan tersebut untuk mencegah akad nikah yang dilangsungkan.

   Tetapi sayang sekali ketika mereka, anggota keluarga si perempuan datang. Sepasang kekasih tersebut telah selesai melangsungkan acara akad nikah dan saat itu sedang diarak keliling kampung menggunakan andong atau bendi atau delman dalam penyebutan lain yaitu kereta kayu yang ditarik oleh kuda. Anggota keluarga perempuan yang tak terima akan adanya pernikahn tersebut langsung membuat keributan dengan berusaha membubarkan arak-arakan tersebut. Kekacauan pun terjadi, keluarga dari pihak laki – laki berusaha menghalangi anggota keluarga mempelai perempuan untuk membubarkan acara arak-arakan itu. Baku hantam dan saling serang antar dua pihak tak terelakkan, suasana kacau.

Saat ditengah tengah kekacauan inilah tragedy itu terjadi. Beberapa anggota keluarga mempelai perempuan berusaha untuk mencapai andong yang membawa sepasang kekasih yang baru menikah tersebut di baris depan arak-arakan untuk membawa mempelai perempuan pulang , tapi berusaha ditahan oleh keluarga mempelai laki-laki.

   Kemudian, ternyata ada beberapa yang lolos dari usaha penghadangan keluarga mempelai laki-laki dan merangsek maju ke andong. Sebagian ada yang berusaha naik ke andong dan berusaha mengambil si mempelai perempuan, sebagian lain berusaha menghentikan andong dengan berusaha merebut kendali andong dari kusir. Karena hal tersebut sang kusir andong panik dan kemudian berusaha untuk melarikan andongnya dengan menyentakkan kuat – kuat tali kekang kuda untuk mempercepat laju kuda. Kemudian naas, kuda yang yang diperintah terkejut sehingga berlari sangat kencang dan tidak tentu arah. Lari kuda yang cepat tersebut mebuat para anggota keluarga yang sebelumnya berusaha mengambil alih kemudi dan membawa mempelai wanita terpental dan menyisakan kedua mempelai dan sang kusir.

   Karena biasannya kuda yang dikemudikan ditutup matanya oleh kusir, membuat si kuda semakin panik dan membawa andong berlari menuju segala arah tanpa kusir bisa mengendalikannya. Dan kemudian andong yang dibawa oleh kuda yang panik tadi mengarah ke jalan raya, dan ketika sampai tengah dijalan raya secara kebetulan lewat truk besar dan kemudian tepat menghantam andong tersebut. Sang kusir masih sempat melompat menyelamatkan diri, tapi tragis kedua mempelai serta andong tersebut terpental hingga jatuh akibat tabrakan tadi.

Kedua mempelai beserta kuda andong tewas seketika. Warga yang berusaha menolong akhirnya tak bisa berbuat apa-apa lagi. Mayat kedua mempelai dan kuda serta andong yang ringsek itu kemudian diamankan. Kedua keluarga yang sebelumnya terlibat pertikaian, berubah menjadi menagis histeris melihat mayat kedua korban. Yang terjadi kemudian adalah seperti pada kematian pada umumnya. Kedua mayat tersebut cepat – cepat di urus untuk segera dikebumikan. Seiring waktu berjalan, orang mulai melupakan kejadian ini. Tapi bukan berarti cerita ini akan berakhir disini.

   Entah mulai kapan kemudian mulai terdengar desas desus akan adanya hantu yang bergentayangan. Desas – desus yang beredar mengatakan bahwa suatu malam ada seseorang yang rumahnya diketuk – ketuk pintunya. Kemudian dikarenakan rasa penasaran kemudian orang tersebut membukakan pintu dan yang terjadi kemudian adalah orang tersebut lenyap atau hilang tak diketahui rimbanya. Hal ini semakin tersebar diantara penduduk lewat mulut kemulut.

Dan cerita yang tersebar kemudian semakin berkembang entah itu ditambahi atau tidak, orang mulai mengait – mengaitkannya dengan kejadian naas andong yang terjadi sebelumnya. Dan akhirnya menjadi cerita mitos umum yang dipercayai yang lengkapnya adalah adanya setan atau hantu yang bergentayangan menggunakan andong dan setan atau hantunya berbentuk pocong yang menaikinya yang selanjutnya disebut andong pocong.

Andong pocong ini adalah pengantin yang tewas dengan andongnya seperti yang ada dicerita diatas. Arwah mereka yang tidak tenang kemudian mencari mangsa untuk membalas dendam dan mencari teman. Caranya adalah dengan berkeliling diwaktu larut malam dengan andongnya, kemudian berhenti didepan rumah orang yang akan diajadikan korbannya. Selanjutnya adalah dia akan mengetuk pintu rumah korbannya tersebut dan apabila ditanggapi oleh si korban dengan membuka pintu rumahnya maka akan diculik olehnya dan dibawa pergi dengan andongnya.

Baca Uga : 

Versi Kedua Andong Pocong

Menurut versi ini diceritakan bahwa ada sesorang yang berusaha untuk memiliki kekuatan ilmu hitam tertentu atau keinginan untuk kaya. Maka orang tersebut kemudian mendatangi dukun atau paranormal yang memiliki kemapuan tersebut untuk berguru. Dan setelah diterima menjadi murid orang tersebut akhirnya berlatih dibawa bimbingan sang paranormal atau dukun tersebut. Kemudian ketika pada akhir dari belajar ilmu hitam tersebut, seperti belajar sebagaimana biasanya maka diperlukan adanya penilaian atau pengujian akhir oleh paranormal tersebut. Sang paranormal memberikan syarat kelulusan. Dalam ilmu hitam tentu saja pasti akan berhubungan dengan makhluk mistis dan lain sebaginya.

   Syarat tersebut adalah mencari tumbal dalam jumlah tertentu untuk makhluk halus yang akan menjadi sekutu untuk menyempurnakan ilmu hitam yang akan dimiliki oleh orang itu. Kemudian untuk bisa mendapatkan tumbal tersebut paranormal tersebut mengubah orang tersebut dengan ilmu hitam sehingga menyerupai hantu pocong dengan andong ghaib untuk mengangkut tumbal atau korban yang akan dibawa. Maka kemudian dimulailah aksi orang yang tersebut yang sudah menjadi hantu untuk berburu korban setiap malam.

Cara menculiknya hampir sama dengan versi sebelumnya yaitu dengan bergentayangan ketika sudah larut malam menggunakan andong ghaib itu dan kemudian berhenti kerumah orang yang akan menjadi korban atau tumbal. Tetapi ada sedikit perbedaan yaitu pada bagian ketika akan menculik. Jika di versi sebelumnya dengan mengetuk pintu rumah tersebut dan ketika korbannya membuka pintu rumahnya maka korban akan diculik dan lenyap, maka pada versi ini setelah mengetuk rumahnya dan jika korbannya menanggapi dengan hanya mengintip dijendela dekat pintu maka si korban akan lenyap dibawa oleh andong pocong tersebut

Versi Ketiga Andong Pocong 

Kemudian pada versi ketiga, cerita ini perbedaannya hanya terletak pada asal usul hantu. Ketika cerita ini muncul yaitu medio 2006 – 2008, saat ini sedang hebohnya kejadian bencana lumpur lapindo yang ada didaerah porong sidoarjo. Lumpur lapindo yang muncul dan tak berhenti – berhenti tersebut membuat banyak orang menjadi korban, banyak dari mereka yang tergusur karena rumahnya terendam dan kehilangan mata pencaharian.

Hal ini semkin frustasi ketika nasib mereka luntang lantung tak diperhatikan oleh pemerintah. Pemerintah pun sibuk sendiri dengan upayanya yang tak kunjung berhasil menanggulangi bencana ini. Keadaan yang semakin runyam dan serba kacau tak kunjung ada penyelesaian ini kemudian dihubung- hubungkan oleh beberapa orang dengan mitos andong pocong yang muncul hamper bersamaan. Sebagaian orang mengatakan bahwa andong pocong muncul karena ada merupakan cara yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk menghentikan bencana lumpur lapindo.

Cara yang dimaksud disini yaitu menggunakan cara –cara mistis dengan melakukan mencari tumbal yang dikorbankan ke makhluk ghaib agar membantu untuk menutup semburan lumpur

Post a Comment

 
Top