`
Kisah Seram Tukang Bangunan di Rumah Tua Peninggalan Belanda


Banyak sekali bangunan masa penjajahan Belanda yang masih kokoh berdiri,bahkan masih ada yang tetap dihuni sampe sekarang. Setiap bangunan yang masih berdiri selalu saja identik dengan hal mistik, bahkan semua orang mengira bangunan belanda pasti ada hantunya., saya mengira juga demikian. Ditambah dengan cerita yang satu ini, jadi menambah keyakinan, bahwa bangunan tua zaman Belanda itu memang identik dengan gaib.
     
Dodi adalah seorang pekerja bangunan, dia pernah mengalami kejadian misteri, disaat bertugas mengukur luas area tanah bangunan Belanda, rencananya bangunan itu mau diratakan dengan tanah dan mau dibangun plaza.

Sebelum membongkar dia ditugaskan mengukur luas tanah disekitar bangunan tua itu, selagi mengukur sudut matanya melihat ke arah bangunan tua itu, dia melihat seperti ada wanita yang berdiri Memperhatikannya, dibalik kaca kamar dilantai dua gedung itu.

Begitu dia melihat lebih jelas, wanita itu pun berpaling dan hilang. Dodi mengerutkan dahi, perasaan di gedung itu gak ada orangnya. Dodi pun beranjak menuju arah wanita itu berada, Melewati anak tangga yang melingkar hingga sampai dilantai dua. Kakinya pun melangkah ke arah kamar,dimana dia melihat wanita itu, berlahan pintu kamar itu pun dibuka,.

kreeeeettt.. !!!! loh ko gak ada Ya....

Mata Dodi melihat ke sekeliling ruangan yang kotor, perabotan tua yang berdebu diselimuti sarang laba-laba, kasur yang terbujur kaku diatas ranjang besi, dikelilingi kelambu putih. Rasa penasaran membuat Dodi masuk ke kamar, langkah kakinya membawa dirinya tepat didepan kaca saat wanita itu berdiri, Matanya melihat ke bawah dimana dia mengukur tanah tadi.

Selagi berdiri terpaku, tiba-tiba pintu kamar menutup kembali,,, bluuuugggg...!!! Dodi terperanjat kaget serentak membalikan badan menuju pintu, pikirnya mau membuka pintu, namun pintu seakan terkunci rapat, Dodi terus menarik sebisa mungkin, namun tetap pintu tak bisa dibuka, Dodi pun menggedor dari dalam dan teriak-teriak.

Duk,,,duk,,,duk,, siapa diluar, halooo...
Siapa??  Bukain dong jangan becanda....

Beberapa kali dia teriak namun tak ada juga yang menyahut...sejenak Dodi terdiam bersandar di belakang pintu. Siapa ya,,, aneh banget ,,!!  perasaan ga ada orang selain aku disini, selagi termenung dia melihat ada sebuah buku dibawah ranjang, Karena rasa penasarannya dia mengambil buku itu, buku yang penuh debu itu pun diusap nya, ternyata buku itu buku Diari.

Didepan Buku diari itu tertulis pemiliknya bernama Marisa, selembar demi selembar dibuka, Dodi membaca buku diari itu. Ternyata ini kamar Marisa, gadis keturunan Belanda, Setiap kejadian dirumah itu tertulis lengkap, Marisa adalah anak selingkuhan tentara Belanda, ibunya keturunan Jawa.

Bapaknya meninggal disaat perang melawan   pejuang indonesia, Ibunya juga ikut terbunuh. tinggal dirinya yang selamat. Setelah kedua orang tuanya meninggal, dia diasuh oleh pembantunya, hari-hari yang ia lalui setelah itu, hanyalah kesedihan dan penderitaan.

Diujung kata terakhir di diari itu tertulis" , selamat tinggal Dunia" aku akan menemui papah mamahku. Diduga Marisa mati bunuh diri..,,, Dodi tak sadar hampir menjelang magrib, dia masih disitu maklum membaca dekat kaca keluar, jadi agak sedikit terang, ruangan gelap pun tak terasa,dan dia masih terkunci di kamar itu, Dodi malah keasikan membaca alamisteri.com diari milik Marisa.

Setelah selesai membaca buku itu,, tiba-tiba 
Pintu kamar terbuka berlahan...
Kreeeeeettttt,,,,,, !!!!!!!

Dodi terperanjat melihat ke arah pintu, ternyata memang benar pintu terbuka., segera Dodi menuju pintu dan keluar sambil membawa buku diari itu. Setelah keluar kamar baru dia sadar magrib sudah lewat dan mulai gelap, pas dia mau turun tangga, tiba-tiba sosok wanita seperti kuntilanak berjalan merayap naik ke arahnya.

Dodi mundur, tubuhnya bergetar, seumur hidup dia baru melihat penampakan seperti itu, siapa kau???

Tiba-tiba wanita itu pun menghilang, Setelah hilang Dodi kembali melanjutkan turun dengan rasa takut yang luar biasa,Dodi berjalan ketempat pengukuran tadi, semua barang dia beresin, karena memang sudah malam dan Dodi gak mungkin melanjutkan kerjanya lagi, akhirnya dia pun pulang.

Setelah sampai dirumahnya, Dodi pun disambut istrinya bernama Salma. baru pulang pa? Salma bertanya Iya bu, o ya bu tadi bapak mengalami kejadian aneh bu,,," Dodi menjawab sambil menaruh tas bawaannya.

" Aneh gimana Pa?"
" Entar aja lah bu, ceritanya panjang,,,,bapak mau mandi dulu.,,.."
"Ya udah Pa, bapak kan cape,, tuh ibu udah siapin air hangat buat bapak mandi."
"Iya bu makasih,,,"

Akhirnya Dodi pun mandi, selagi dia mandi, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu,,,tok,,,tok,,,tok...
Salma pun membukanya..

"Siapa ya?"

"Aku Marisa bu, maaf bu saya mau ngambil buku milik saya, tadi bapak meminjamnya."

"Oh iya, bentar ya, bapaknya lagi mandi, coba saya cari ditasnya, barangkali ada."

Setelah dicari ditas, ternyata ada sebuah buku, pikir Salma mungkin buku itu, lagian gak ada buku lagi selain itu, hanya ada secewir kertas corat coret bekas mengukur tanah tadi.

Serasa yakin itu bukunya Salma pun membawanya.
"Buku ini bukan neng?" tangan Salma mengangkat buku sambil bertanya,.
"Iya bu, makasih ya bu,,,!!!"
"iya neng sama-sama."

Setelah Dodi beres mandi, Salma bertanya, "Pa Marisa itu siapa?"
"Apa bu?" Dodi kaget kenapa istrinya tau nama itu.

" Jangan pura-pura kaget dong pa, ibu tau bapak pinjam buku kan dari seorang wanita cantik bule muda sexi."
" pinjam apa maksud ibu?, itu buku ada dikamar kosong bangunan belanda itu" Dodi menjelaskan.
"Terus tadi wanita namanya Marisa ngambil buku itu apa maksudnya?"
" apa buuuuu???" Dodi kaget luar biasa.
" Bu Marisa itu wanita yang ada dibuku diari itu bu, dia sudah meninggal puluhan tahun yang lalu"
" Apa Pa,,,?  iiiihhh jangan bohong ahhh.. pantesan wajah dan bajunya kayak anak menir zaman dulu."
" Ibu gak bohong kan?...kenapa gak ngasih tau bapak."
"Iya bener pak, tadi bapak kan lagi mandi, daripada Dia nunggu kelamaan, ya ibu kasih aja."
" MasyaAlloh ko bisa ya,,,!!!! " Dodi kaget luar biasa, Lalu Dodi pun menceritakan semuanya pada istrinya apa yang dia alami.
" Astagfirullohaladzim,,, ko bisa ya pa?"

istrinya kaget seraya mengusap bulu kuduknya., "berarti yang tadi ambil buku itu hantu pa!!!"

Semalam Dodi ga bisa tidur kebayang kejadian sore tadi dia alami. Keesokan paginya Dodi berangkat lagi ke tempat bangunan tua itu Lagi, dia mau meneruskan pekerjaannya.

Selagi dia bekerja sesekali matanya melihat ke arah kamar itu, pikirnya siapa tau wanita yang kemarin lihatin dirinya kembali memperhatikannya., namun hingga sore wanita pun tak terlihat.

Baca Uga : 

Karena rasa penasaran sama buku diari milik Marisa, Dodi pun memutuskan untuk melihat ke kamar itu lagi. Langkah kaki terayun membawa dirinya menaiki anak tangga menuju lantai dua ,berjalan  ke arah pintu kamar Marisa.

Kreeeet... pintu pun dibuka sama Dodi, Dia tak berani masuk, namun matanya tertuju langsung ke bawah ranjang dimana pertama kali dia melihat buku itu. Betapa kagetnya Dodi, nampak jelas sekali buku diari itu tergeletak dibawah ranjang, sama persis diwaktu pertama dia lihat.

"Astagfirullohaladzim kok bukunya ada disitu lagi" gumam Dodi

Selagi dia merasakan aneh, tiba-tiba ada suara tangisan, tepat di dalam toilet dibelakangnya.  Dodi pun terperanjat kaget, dan langsung membalikan badan. berlahan kakinya menuju toilet itu, meninggalkan kamar Marisa yang masih terbuka,  kreeetttt Dodi membuka pintu toiletnya,

Baru saja membuka pintu toilet, Bluuuukkk,,, pintu kamar Marisa tertutup sendiri,.

Astagfirulloh,,,, Dodi terhentak kaget,, membalikkan badan kembali matanya melihat ke arah kamar Marisa.
Kok nutup sendiri pintunya!!  aneh,,,, !!!  seraya matanya terbelalak.

Maaf kalau aku ganggu kamu ya", Dodi teriak sambil kakinya melangkah pulang turun lagi kembali ke tempat semula dia bekerja. Rasa heran terus menyelimuti pikirannya,

Wah aku harus ngopi dulu nih kayaknya...Biar agak tenang. Dodi pun mencari warung kopi, tak jauh dari bangunan itu terlihat ada warung, Dodi pun berjalan santai.

Tiba di warung itu, ada seorang lelaki tua, mungkin itu pedagangnya. "Pak ada kopi?"
" ada Den,,kopi apa?" jawab si bapak penjual kopi
" kopi hitam saja pak"
" Aden lagi ngapain di Bangunan tua itu,?" si bapak bertanya seakan sudah tau dirinya kerja disitu.
" Lagi mengukur tanah pak,.Dodi menjawab singkat"
"Ohhh,,, gitu,,,,!!! emangnya mau di bangun apa Den?." Si bapak balik nanya seraya menyajikan kopi yang Dodi pesan.
" Kata majikan saya mah mau dijadikan Plaza mang,,,,!!!"
" Ohhh.... Aden sudah tau ga, tentang rumah itu,? "
" emang kenapa mang?" Dodi bertanya matanya tertuju tajam melihat si mamang kopi seakan pengen tau apa yang si mang maksud.

Akhirnya si bapak warung bercerita tentang riwayat rumah tua itu "Rumah itu terkenal angker Den, warga disekitar sini mah sudah pada tau, disitu ada sebuah kamar, yang perabotannya masih utuh, pernah beberapa tukang rongsokan mengambil ranjangnya yang dari besi didalam kamar itu, lalu keesokan harinya lagi Ranjang itu hilang, dan kembali lagi kesitu, terus pernah juga salah satu warga mengambil lemarinya, besoknya hilang dan kembali ketempat semula., begitu dan begitu Den, makanya kamar itu utuh tak terganggu"

" Oh gitu yaa mang?  pantesan saya juga mengalami hal yang sama mang, saya mengambil buku diari, maksud saya pengen menulis kisah yang terjadi dibuku itu, makanya saya bawa ke rumah. Eh pas lagi mandi, ada seorang wanita bernama Marisa mengambil buku itu"

" Iya Den, memang namanya Marisa, konon ga tau tahun berapa, dia gantung diri di toilet..mayatnya gak ada yang mengetahui hingga sampai jadi tulang pun masih tergantung. Makanya orang gak tau mayat marisa kapan meninggalnya. Pada waktu mamang masih anak-anak juga bangunan itu mah masih tetap seperti ini. gak tau kejadiannya kapan, mamang juga dengar dari ayah ,sekarang umur mamang 60 tahun"
" Oh Bapak asli orang sini ya.?"
"iya Den mamang orang sini."

Dari kejadian itu Dodi hanya sebatas mengukur tanah, setelah selesai dia tak ikutan membongkarnya, alasan sama majikannya mau pulang kampung sebulan. Beberapa minggu kemudian Dodi mendengar banyak pekerja yang meninggal, karena kecelakaan secara misterius disaat pembongkaran gedung itu.

Post a Comment

 
Top