`
Kisah Misteri Seorang Satpam yang Didatangi Hantu Pasukan Kerajaan


Sekitar lima tahun yang lalu, Wawan bekerja sebagai security  yang menjaga proyek pembangunan sebuah hotel di daerah cirebon kota. Tanah yang dipakai untuk bangunan hotel ini dulunya tanah milik TNI. Satpam diproyek pembangunan hotel tersebut berjumlah empat orang, dua orang jaga diwaktu siang dan dua orang lagi jaga diwaktu malam. Setiap seminggu sekali, dua grup satpam tersebut bergantian waktu jaganya.

Dari awal pembangunan gedung, Disaat jaga malam hari Wawan tidak pernah ditemui penampakan-penampakan lelembut. Waktu terus berjalan, pembangunan gedung sudah mencapai lantai delapan dan progres pembangunan gedung sudah mencapai sekitar 80%. Disuatu malam, tepatnya Kamis malam Jumat Wawan kebagian jatah jaga malam bersama rekannya.

Saat hari masih petang, Wawan mendapat giliran berjaga dilantai bawah, sementara rekannya berkeliling dari lantai 4 hingga lantai delapan. Jam 11.00 malam, wawan istirahat bersama rekan satpam, sambil menunggu pergantian lokasi jaga wawan dan temanya ngopi-ngopi dulu biar mata tidak ngantuk. Jam dua belas malam, giliran wawan yang berjaga dilantai 4 hingga lantai delapan sementara rekannya dilantai bawah.

Jam 12 lebih Wawan mulai berjalan dilantai 4 memeriksa situasi, setelah aman wawan naik kelantai 5 sampai dilantai delapan. Jam satu malam, wawan sampai dilantai delapan setelah memastikan situasi aman, wawan duduk sembari menikmati sebatang rokok. Setelah rokok habis, wawan rebahan dilantai yang beralaskan kardus bekas yang ditutupi matras. Baru rebahan beberapa menit  mata wawan terasa berat dan mengantuk, sampai ketiduran, antara mimpi dan terjaga lengan wawan terasa ada yang menepuk dan menarik-narik.

Baca Uga : 

Reflek tangan wawan menepis tepukan dilengannya wawan hanya membuka sedikit matanya dan berfikir mungkin temannya iseng menepuk lengannya. Kembali wawan memejamkan mata baru beberapa saat merem, kembali lengannya ada yang menepuk-nepuk lagi kali ini tepukannya lebih keras, sedikit emosi karena tidurnya diganggu Wawan mengibaskan lenganya dan  membuka matanya dia memandang kesekeliling ruangan lantai 8 tapi anehnya Tak ada siapapun dan tiba-tiba ada angin yang berhembus cukup kencang, padahal didadalm ruangan itu tak ada jendela yang terbuka, tengkuk wawan serasa ada yang meniup dan membuat bulu kuduk merinding.

Ingin rasanya berlari turun ke lantai bawah tapi badan wawan terasa berat untuk bangun dan berdiri, Wawan hanya bisa meringkuk sembari tangannya menutup telinga, sambil semakin memejamkan matanya, dan tiba-tiba punggung wawan terasa ada yang menendang "DUGGG"  diikuti suara berat seorang pria suaranya begitu keras.

Wawan semakin ketakutan dan keringat dingin bercucuran, semakin meringkuk sambil berusaha membaca doa yang dia ingat, suara berat  itu kembali terdengar “minggir kamu” tiba-tiba tubuh wawan terasa ada yang menendang lagi lebih keras dari tendangan yang pertama "DUUUGGGG" hingga membuat wawan tergeser sekitar setengah meter, rasa takut dan penasaran membuat wawan sempat sedikit membuka matanya, betapa kagetnya wawan melihat pemandangan ganjil diruangan itu, dia melihat ada serombongan prajurit kerajaan jaman dulu yang berbaris melewati tempat wawan rebahan.

Wawan kembali menutup matanya rapat-rapat dan tengkurap! terdengar suara derap langkah pasukan kerajaan dan dentingan senjata tajam, suara derap langkah semakin menjauh dan lenyap, tanpa dikomada wawan membuka matanya lagi dan berlari turun kebawah sambil berteriak hantuuuuuu..

Post a Comment

 
Top