`
Misteri Ular Berkepala Manusia Yang Pernah Menggegerkan Tulungagung



Warga Desa Joho, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, digegerkan penemuan ular berkepala mirip manusia.

Sayangnya, mahluk aneh ini dalam keadaan mati, mengering tersimpan dalam kaca kedap udara. Sehingga tidak bisa dipastikan apakah kepala yang menyerupai manusia itu asli atau hanya rekayasa belaka.

Saat ditemui di rumahnya, Suyono (53) selaku pewaris mengaku tak pernah tahu secara pasti asal usul ular piton berkepala mirip kepala manusia, lengkap dengan rambut terurai warna putih serta dua tangan itu.

 bermula dari kepemilikan oleh  seorang dukun di Dusun Ngampel, Desa Joho, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Meski demikian, tidak diketahui secara pasti apa khasiat dari kepemiliakn tersebut.

Dukun yang pertama kali memiliki adalah Mbah Tohir, yang telah meninggal dunia pada akhir tahun 2007 silam. Sesaat sebelum meninggal, dia menitipkan ular tersebut kepada Suyono (48), yang juga tercatat sebagai orang dekatnya.

"Kalau dikatakan murid ya murid, tidak ya tidak, karena saya tidak pernah merasa berguru. Dulu itu dia pesannya 3 hari sebelum meninggal, bilangnya gaman iki tulung openono sing apik (benda keramat ini tolong rawat yang baik)," kata Suyono, saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Selasa (25\/8\/2009).

Saat pertama kali dititipkan, ular berkepala manusia tersebut tersimpan dalam sebuah peti dengan kondisi terkunci rapat. Namun karena merasa penasaran, tak berselang lama setelah pemiliknya meninggal, Suyono memutuskan membongkarnya.


Baca Uga : 

"Saya bongkar dan tak lihat sebenarnya bukan ular berkepala manusia. Tapi seperti ular berkepala walang kopok (sejenis belalang besar) dengan badan tertutup kain kafan dan hanya terlihat rambutnya saja. Baunya wangi sekali, sama seperti baunya mayat," jelas Suyono.

Ditanya mengenai khasiat yang terdapat dari patung ular tersebut, Suyono mengaku tidak pernah merasakannya. Menurutnya selama beberapa bulan menyimpan, tak sekalipun merasakan manfaat dari patung ular tersebut.

"Sekali saya dipripeni (melihat dalam mimpi) dan itupun hanya minta agar dirawat dengan baik. Nah sejak itu ya saya simpan, saya beri kembang telon dan minyak jafaron," ungkapnya.

Ular aneh itu sempat dititipkan di rumah adiknya, Ibu Wiji (53) yang tinggal di Desa Beji pada pertengahan 2008. Saat itu sempat menjadi tontonan warga hingga akhirnya dimintanya kembali untuk dibawa pulang dan dibakar. Pengakuan Suyono ini menepis beredarnya video ular berkepala manusia yang disebutkan ditemukan di Trenggalek.

Mengamati sisiknya yang berwarna kuning tua kehitam-hitaman, binatang melata ini berjenis puspo kajang atau bahasa zoologinya sebangsa piton. Panjang ular yang dalam dunia fauna dikenal ganas ini, bila diurai sekira setengah meter. Sedangkan diameternya sekitar 15 cm.

Secara dominasi fisik, hewan yang memiliki lidah bercabang ini memang ular. Namun, pada bagian kepalanya terlihat sangat aneh. Sebuah kepala dengan raut muka kakek-kakek tua yang keriput, lengkap dengan dua mata hidung dan mulut.

Di atas kepala itu tumbuh rambut beruban dan memanjang sebahu. Sosok manusia itu diperkuat dengan sepasang tangan lengkap dengan sepuluh jari serta kuku yang panjang mirip sebuah cakar.

Sayangnya ular ini sudah mati, kaku tak bergerak. Sehingga pertanyaan yang muncul, apakah kepala mirip manusia itu memang bagian organ tubuh yang asli asli atau hanya akal-akalan untuk menarik perhatian orang lain?

Post a Comment

 
Top