`
Memahat Nisan Sendiri



Jam 11 malam dito dan riki barusan pulang dari acara Ultah temanya,  Agar cepat sampai rumah, keduanya nekad memutuskan untuk mengambil jalan pintas melewati Makam umum tetangga desa, di iringi sedikit rasa takut mereka berjalan cepat. 

Saat mereka sampai di tengah-tengah area kuburan, mereka mendengar suara ketukan yang cukup keras. Karena situasi saat remang-remang, mereka pun ketakutan, antara penasaran dan rasa takut, mereka mencoba mencari sumber suara yang bikin penasaran plus merinding.

Hingga akhirnya mereka mengetahui asal suara tersebut yang ternyata berasal dari seorang kakek tua yang tengah memegang palu dan sedang memahat salah satu dari batu nisan yang ada di area kuburan tersebut.

Mereke Berdua pun nekad mendekati sang kakek yang sedang asik memahat batu nisan

Baca Uga

"aduhh pak bikin takut aja, kirain hantu kuburan, memang lagi mahat batu nisan siapa pak? kok malam-malam begini"

Si kakek pun menjawab " apa kalian berdua mau bantuin aku mahat nisan?"
Dito dan Riki pun saling pandang " gimana Dit apa kita bantu, kasian si kakek"

Karena didorong rasa kasihan, akhirnya Dito dan Riki, mengiyakan, dan mereka gantian yang memahat nama di batu nisan tersebut. Selesai Sudah Pahatan dengan nama "DJoyo Hadi kusumo"

" Pak sudah selesai pahatan namanya, Djoyo Hadi Kusumo itu apanya bapak, kok sampai dibela-belain malam hari mahat dibatu nisanya" tanya Mereka berdua.

Dengan Tenang si Kakek Menjawab " Terimakasih Nak atas bantuan kalian, Djoyo Hadi Kusumo nama saya sendiri, dari dua tahun yang lalu saya meninggal, eja'an hurufnya salah gak Pake "D" hanya joyo"

" Haaahhhh....haaantuuu....lariiii" Dito dan Riki lari kocar kacir

Post a Comment

 
Top