`
Misteri Bidadari yang Mandi di Pemandian Keramat Moga Pemalang


Ada cerita bernuansa legenda seputar keberadaan kolam renang atau pemandian yang berada di daerah Moga Pemalang. Yakni mitos tentang para bidadari yang sering bermandiria di sebuah sendang yang berabad-abad kemudian menjadi pemandian seperti yang ada sekarang ini.

Dibalik keindahannya, Pemandian Moga ternyata menyimpan legenda yang cukup terkenal. Konon, para bidadari sengaja turun dari langit untuk mandi di pemandian tersebut. Pohon beringin yang masih berdiri di sana adalah saksi turunnya para bidadari.

Legenda yang telah turun-temurun di masyarakat tersebut membuat pemandian ini juga menjadi salah satu tempat keramat di Pemalang. Ada banyak wanita yang percaya bahwa jika mandi di Pemandian Moga, maka kecantikan wajahnya akan lebih terpancar layaknya seorang bidadari.

Tidak hanya itu, apalagi ada pengunjung yang mandi di kolam lalu kejatuhan daun kering dari pohon beringin besar tersebut maka keberuntungan akan menyertai langkahnya. Jadi, tidak sedikit pengunjung berasal dari luar daerah sengaja jauh-jauh datang ke sana untuk mendapatkan berkah dari pemandian keramat yang ada di Pemalang.

Baca Uga : 


Kejadian aneh tapi nyata juga pernah bikin heboh warga Pemalang, Kehebohan melanda masyarakat di Kecamatan Moga dan sekitarnya. Pasalnya, sebuah pohon beringin yang tumbang bisa berdiri seperti semula. Kejadian ini sontak membuat warga sekitar tercengang bercampur heran.

Pohon beringin yang berusia ratusan tahun dan tumbuh di sekitar obyek wisata kolam renang/pemandian alam diberitakan roboh akibat diterjang lisus (puting beliung-red) yang melanda kawasan Kecamatan Moga Sabtu (22/10) pekan lalu.

Mbah Dakri (59), seorang saksi mata sekaligus petugas Pemandian Alam dan Hotel Moga Indah mengatakan, pada hari Kamis (26/10) terjadi peristiwa aneh yakni pohon Beringin yang sudah tumbang itu bisa berdiri seperti sebelum di hempas angin puting beliung terjadi saat para pekerja memotong cabang dan ranting-ranting seperti yang dilansir oleh Radar Pemalang.

Mbah Yati (55), salah seorang pedagang di lokasi Pemandian Alam mengamini sambil berharap kejadian ini akan membawa pertanda terjadinya hal-hal yang baik.

Post a Comment

 
Top