`
Mitos Lokasi Jatuhnya Pesawat Lion Air yang Dikenal Angker  


Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang membawa 189 orang penumpang dan awak jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin 29 Oktober 2018.

Tanjung Pakis berada di wilayah utara Kabupaten Karawang atau masuk dalam kawasan pantai utara (Pantura) Laut Jawa. Sejak peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air, nama Tanjung Pakis atau Tanjung Karawang mulai dikenal.

Tanjung Pakis adalah lokasi yang biasa digunakan nelayan setempat untuk mencari udang serta memancing. Tempat itu dikenal sebagai tempat yang sangat banyak ikan dengan berbagai spesies.

Namun siapa yang menyangka jika keberadaan Tanjung Pakis dahulu adalah tempat yang sangat jarang terjamah orang.

Baca Uga : 

" Dulunya sekitar tahun 90-an di lokasi jatuhnya pesawat , nelayan tidak berani ke titik jatuhnya pesawat karena terbilang angker," kata Dadang, nelayan setempat, Selasa 30 Oktober 2018, seperti dilansir Liputan6.com.

Lelaki 52 tahun ini mengatakan di lokasi itu merupakan berkumpulnya ikan-ikan besar seperti ikan hiu tutul, dan spesies lain. Sehingga nelayan sekitar tidak berani melintasi lokasi tersebut saking banyaknya ikan besar.

" Area di mana jatuhnya pesawat sering terjadi kejadian aneh, sehingga dianggap area yang berbahaya dan harus dihindari oleh nelayan," katanya.

Hal senada juga dikatakan warga setempat, Boros, memang dulu sering terjadi kapal nelayan terbalik di area jatuhnya pesawat dan korbannya hilang misterius, sehingga dianggap angker oleh warga dan nelayan sekitar .

" Menurut cerita orang tua dulu memang dianggap angker, nelayan tidak berani mencari ikan dilokasi tersebut," tutur Boros.

Seiring waktu berjalan, kata Boros, sekarang lokasi jatuhnya pesawat dengan kedalaman 30 meter itu menjadi tempat mencari ikan para nelayan dan warga untuk memancing di area itu.

Di area tersebut itu menjadi tempat mencari ikan udang bagi nelayan dan warga sekitar juga kerap memancing ikan di lokasi.

" Sekarang banyak warga dan nelayan mencari ikan ke lokasi itu karena ikan udang cukup banyak ditemukan ditempat itu," tambah Boros.

Nelayan sekitar wilayah Tanjung Pakis sering memanfaatkan lokasi itu untuk mencari ikan, karena kesan mistis seperti dulu tidak lagi dirasakan Masayarakat sekitar. Malah jarang ditemukan ikan-ikan besar seperti hiu di lokasi itu, yang ada hanya ikan-ikan kecil.

" Sekarang sudah tidak lagi dianggap angker oleh nelayan, malah sering menjadi tujuan untuk mencari ikan udang dengan sampan-sampan ukuran kecil," pungkasnya.
Loading...

Post a Comment

 
Top